I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 36. Hamil


__ADS_3

Semenjak itu, Silvie sering bersikap jutek dengan ku. Dia sudah menganggap aku sebagai ancaman, sering kali ku dapati dia menghina diriku sebagai pelakor di depan teman teman nya yang datang ke rumah, untung lah bibi Meti sudah pergi, kalau tidak maka habislah aku.


"Malam ini Agha tidur dengan ku lagi" Ucap nya menyombongkan diri.


Sudah sebulan Agha tidur dengan nya, sedangkan aku hanya sendiri saja di dalam kamar. Padahal perjanjian nya Agha akan tidur dengan ku setiap malam minggu.


"Hmm" Aku pasrah saja, kerna aku tak mau buat keributan. Di tambah dia sering merengek ke Agha, dengan merendahkan dirinya sendiri. Kalian paham maksud ku?


Dari pada memperdulikan omongan orang yang tak menyukai ku, aku lebih baik pergi secepatnya ke kantor Agha untuk mengantar makan siang, Silvie tidak tau tentang ini, kalau dia tau pasti dia marah. Aku selalu beralasan pergi ke rumah Yara, aku dan Yara sudah berkerja sama untuk menipu Silvie, adik ipar ku itu sangat mengerti aku.


Seperti biasa aku menaiki sepeda, setelah sampai di kantor, aku di sambut dengan baik, mereka semua mengenal ku.


"Bang" Panggil ku langsung membuka pintu.


"Duduklah Dell, abang akan makan setelah menyelesaikan ini"


Di sinilah waktu yang aku habiskan bersama Agha, bahkan kami sering bercinta di dalam ruangan ini mengingat di rumah tidak bisa melakukan nya kerna adanya Silvie. Tenang saja, ruangan ini kedap suara kok, dan penghuni nya hanya ada Agha.


Setelah selesai Agha pun duduk di samping ku, aku sudah menghidangkan makanan nya di atas meja jadi dia tinggal ambil saja.

__ADS_1


"Ada apa? Kenapa kau senyum senyum begitu?" Tanya Agha ketika melihat ku yang semeringah.


"Kita makan aja dulu bang nanti aku kasih tau"


Agha mengangguk pasrah, ia tidak begitu penasaran hanya saja Delly terlihat aneh hari ini.


Lima belas menit kemudian..


"Aku hamil" Ucap ku membuat Agha menyemburkan air dalam mulut nya.


Dia menatap ku dengan ekpresi yang sangat terkejut, aku hanya mengangguk angguk sambil tersenyum.


"Aku hamil"


"Hah?"


"H A M I L" Eja ku.


Agha langsung memeluk ku erat, dia menangis bahagia.

__ADS_1


"Bang kau menangis?"


"Aku sudah lama ingin punya anak Dell, aku sangat iri dengan Ray. Terimakasih sudah mewujudkan keinginan ku"


Agha mengecupi seluruh wajah ku. Baru kali aku melihat air mata nya, biasanya wajah nya sangat datar dan cuek, ternyata di balik itu semua ada keinginan sederhana yang ia simpan rapat.


Agha tak pernah mengatakan keinginan nya kerna mengingat Silvie yang tidak bisa memiliki keturunan. Pria ini sangat jantle untuk tidak membuang istrinya walaupun ia tau tidak akan memiliki keturunan jika terus bersamanya.


Sepertinya Tuhan ingin membalas kesabaran Agha dengan mengirim Delly, tak perlu susah susah malah Silvie lah yang menyarankan Delly padanya.


"Sini bang tangan mu" Ku arahkan tangan Agha ke perut ku, walaupun janin dalam perut ku belum terbentuk tapi ku lihat Agha mengelus nya sayang.


"Mulai besok jangan naik sepeda ke sini lagi" Ucap nya.


"Heh! Kenapa?"


"Dell ada kehidupan di dalam sini, aku tak ingin kau dan dirinya kenapa napa"


"Hahah astaga bang, perut ku saja masih datar. Tenang saja, gak apa apa kok, aku dah nanya ke dokter. Kecuali sudah trimester tiga baru tidak boleh"

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2