
Mendengar cerita Agha semalam aku jadi kepikiran, kemana perginya Herna? kenapa hingga sekarang dia tidak ada kabar? apa Agha masih mencintai gadis itu?.
Semakin ku pikirkan semakin sakit hati ku, aku pun pergi menghampiri kak Silvie yang tengah duduk di sofa sambil memainkan HP nya.
"Kak" Panggil ku.
Dia pun menoleh dan menatap ku heran, ya kalian tau hubungan kami sedang tidak baik.
"Ada apa?" Tanya nya,
"Kaka kenal Herna?"
"Enggak, siapa tuh Herna?"
"Kalau dengan Zain keka kenal?"
"Kau ini ngapain sih? emang nya siapa mereka berdua? Kenapa malah menyakan hal itu pada ku, pergi sana aku muak melihat mu"
Melihat reaksi Silvie, aku tebak dia tidak tau masa lalu Agha. Rasa cinta ku semakin besar pada Agha, tapi ku rasa Agha measih mengharapkan masa lalu nya, yaitu Herna cinta pertama Agha.
Sekarang usia kandungan ku sudah tujuh minggu, aku mulai sering mual dan selalu menginginkan sesuatu di waktu yang tak terduga, aku tau sekarang aku dalam masa mengidam, namun sedih nya Agha tidak memiliki banyak waktu untuk ku, kalaupun jumpa di kantor,dia lebih fokus ke perkerjaan nya. Aku kadang menangis sendiri dalam kamar kerna keinginan saat malam ku banyak yang terlewatkan.
"Aku ingin tidur dengan bang Agha" Gumam ku menatap sedih pintu, ku harap sosok yang kuinginkan datang.
Silvie benar benar keterlaluan, dia memonopoli bang Agha sendiri. Aku hanya bisa berduaan dengan bang Agha hanya saat di kantor nya saja.
__ADS_1
Aku kembali merasa mual kerna keinginan ku lagi lagi tidak terpenuhi, ini benar benar menyiksa.
"Hueek Hueek" Aku berlari ke kamar mandi.
Drrt Drrt Drrt
Agha mengambil ponsel nya yang bergetar di atas nakas.
"Halo mah" Jawab nya.
"Agha Delly di mana?"
"Di kamar nya mah"
"Mah-"
"Diam! Seharusnya kau tau siapa yang harus lebih di perhatikan!"
Tut~
Panggilan pun terputus, Agha mengacak surai nya kasar, dia sangat pening. Di satu sisi dia kasihan dengan Silvie yang selalu di tuntuppppppppt Reva, di sisi lain ada Delly yang sedang dalam masa ngidam.
Walaupun begitu Delly selalu mengerti keegoisan Silvie, Delly yang selalu mengalah jika Silvie menuntut hak nya pada Agha.
.
__ADS_1
.
Agha memasuki kamar Delly dengan membuka pintu secara perlahan, dia lihat Delly yang meringkuk di atas Sofa dekat jendela kamar nya sambil menangis.
Jendela dalam keadaan terbuka sehingga angin malam berhembus masuk ke dalam.
"Dell"
Aku menoleh saat mendengar nama ku di panggil, melihat sosok yang ku inginkan aku langsung berlari berhambur ke dalam pelukan nya.
"Kenapa kau menangis hmm?"
"Tidak tau, air mata ku tiba tiba saja keluar"
"Apa yang kau inginkan?"
"Tidur dengan abang, itu saja"
"Baiklah ayo tidur"
Agha mengangkat tubuh ku, lalu membaringkan aku di atas ranjang. Dia pun berjalan untuk menutup jendela kamar kemudian ikut baring bersama ku.
Tangan kekar nya memeluk ku serta mengusap usap punggung ku.
"Maaf abang tak punya waktu untuk mu"
"Tidak apa apa, pasti abang memikirkan perasaan kak Silvie kan?"
"Abang tidak ada maksud untuk mengabaikan mu Dell"
"Aku mengerti, lagian bukan kah abang sudah bersikap adil. Saat siang aku bisa menghabiskan waktu bersama abang di kantor walaupun secara diam diam dari kak Silvie, malam nya abang bersama kak Silvie. Malah aku yang merasa serakah kerna menginginkan abang siang dan malam"
__ADS_1
Aku berkata seperti itu walaupun aku tau bahkan Agha sering ke TKP sehingga aku di anggurin di dalam mobil.
Tbc.