
Setelah perjalanan yang cukup panjang serta pekerjaan yang menguras tenaga dan otak nya akhirnya Agha pulang.
Malam pukul sembilan ia memarkirkan mobilnya di garasi. Berjalan ia masuk dengan segala keletihan nya.
Kreek~
Agha menyeringit ketika masuk ke kamar ia menemukan Silvie yang tengah menangis tersedu sedu.
"Sil? Ada apa?" Tanya nya khwatir.
Bruk~
Silvie menghamburkan pelukan nya ke arah Agha hingga pria itu sedikit terhuyung kebelakang. Tangan nya pun ia alihkan untuk mengelus kepala wanita yang masih terisak dalam pelukan nya.
"Ada apa hmm? Kenapa kau menangis seperti ini?"
"Mama Gha dia jahat banget hiks" Adu nya.
"Apa yang mama lakukan pada mu?"
"Dia memaksa ku untuk membiarkan mu menikah lagi, dia terus terus saja menghina ku, sakit sekali mendengar setiap cacian yang keluar dari mulut nya"
"Jangan khawatir aku tidak akan menikah lagi, aku akan bicara dengan mama"
Terdiam sejenak, lalu kemudian Silvie mengangkat kepala nya agar bersitatap dengan suami nya.
"Menikahlah lagi dengan Delly Gha, aku tidak apa apa jika Delly yang jadi istri kedua mu"
__ADS_1
"APA!"
"Kumohon Gha, aku udah capek banget di tuntut mama nu"
"Tidak bisa begitu, aku akan berbicara dengan mama"
"Tidak jangan!" Silvie menghentikan langkah Agha yang ingin beranjak "Tidak apa apa, kami sudah membicarakan nya dengan Delly dan dia setuju"
"Kau yakin dengan keputusan mu?" Tanya Agha memastikan.
Agha yang notabe nya belum menaruh perasaan nya pada siapapun sebenarnya tidak masalah menikah dengan siapapun dan berapa kalipun, ia tidak perduli itu. Tapi dia menghargai Silvie sebagai istri, itulah Agha.
"Aku yakin"
"Baiklah kalau begitu, jangan menangis lagi bukankah itu keputusan mu juga?"
"Iya tapi rasanya aku tidak rela, berjanjilah kau harus lebih memperhatikan aku dari pada Delly"
"Hmm"
"Hmm"
Hanya deheman yang Agha jawab untuk merespon pertanyaan Silvie, ia sendiri tidak berpikir sampai ke situ dan membiarkan takdir mengalir seperti air sungai, ada saat nya ia akan memilih suatu saat nanti.
"Kenapa harus Delly" Tanya Agha tiba tiba, kerna di antara banyak nya wanita di dunia ini kenapa gadis yang ia bawa dengan niat menolong nya yang di jadikan tumbal untuk melahirkan anak?.
"Delly gadis penurut, aku yakin dia tidak membantah saat aku meminta nya bercerai dengan mu. Lagian biar dia ada gunanya setelah kau membeli nya dengan harga 5m"
__ADS_1
"Ku pikir tidak bagus terlalu meremehkan Delly seperti itu"
"Apa maksud mu?"
"Tidak ada yang tau pemikiran manusia, itu yang ku pelajari dari adik ku Yara"
"Emang nya Yara kenapa sih?"
"Sudah lupakan itu tidak begitu penting"
Sementara itu Delly tampak sibuk dengan pemikiran nya sendiri, gadis itu tidak menyangka akan menjadi seperti ini sekarang.
"Aku hanya perlu memberikan anak kan? Terus setelah itu apa lagi?" Gumam nya.
"Apa habis itu aku becerai dengan bang Agha dan membiarkan anak ku di rawat orang lain? Tidak aku tidak mau! aku ingin mengurus anak ku sendiri, terus bagaimana dengan kak Silvie? dia tidak akan merebut anak ku kan? Aku tidak akan membiarkan hal itu"
Lihat lah Delly yang berpikir seperti itu padahal menikah saja belum. Tapi hal itu memang harus di pikirkan matang matang agar keputusan kedepan nya tidak ada namanya penyesalan.
__ADS_1
Tbc.