I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 83


__ADS_3

Herna menginjakkan kaki nya di bandara internasional New York, dia datang seorang diri untuk memulai ide gila nya. Sebelumnya dia sudah menemukan informasi alasan ia datang ke tanah ini, hanya satu tapi itu cukup berguna.


Dia menaiki taxi ke sebuah bangunan sekolah yang ramai, dengan langkah penuh percaya diri dia hendak memasuki area itu.


"Permisi pak" Ucap nya pada security yang berjaga.


Pria bertubuh tegap pun meladeni dengan mendekatkan diri di gerbang sekolah yang masih tertutup dan berbicara melalui sela sela jeruji. "Iya buk, ada apa?" Katanya.


"Saya tante nya salah satu pelajar di sekolah ini, boleh saya masuk?"


"Oh iya buk, tunggu bentar saya bukakan gerbang nya"


Setelah mendapat akses masuk, Herna kembali celingak celinguk memperhatikan area sekitar. "Bapak tau Lewis?"


"Lewis? gak kenal saya buk, murid di sini banyak jadi tidak mungkin saya tau semua"


"Yaudah makasih ya pak, kalau gitu saya masuk dulu"


Di sisi lain Lewis tengah melamun sambil melihat guru menjelaskan, raga nya memang di situ tapi pemikiran nya di tempat lain. "Papa kapan balik nya sih? kalau begini terus rasanya aku sangat tertekan, gak bisa bebas" Pikirnya.


Papanya sudah hampir seminggu berada di rumah itu, sedangkan Silvie berada di rumah sakit untuk perawatan. Lewis yang biasanya bersikap seenaknya tentu saja merasa tertekan dengan keberadaan papanya, padahal papanya hanya ingin melepas rindu dan berusaha meluangkan waktu untuk menjenguk nya.

__ADS_1


"Lewis"


Lewis menoleh ketika merasa namanya di panggil, saat ia melihat ke depan ada wanita yang terlihat familiar di matanya.


"Siapa wanita itu? kayaknya pernah lihat" Ucap nya dalam hati sembari melihat dari atas sampe ke bawah wanita itu.


"Lewis ini tante mu ya?" Tanya Guru.


"Tante? kayak nya bukan deh pak"


Herna tersenyum kikuk dan merasa sedikit kesal oleh lagak Lewis yang terlihat menyebalkan. "Dia keponakan saya, memang sudah lama tidak jumpa. Boleh saya bawa Lewis nya kan pak? kondisi ibunya semakin parah dia ingin bertemu putra nya"


Herna menarik tangan Lewis untuk keluar dari kelas itu, Lewis mengikuti langkah nya dengan perasaan bingung.


"Tante siapa ya?"


"Kau tidak mengenali ku?"


"Kayak pernah lihat, tapi lupa"


Wanita itu semakin senang mendengar penuturan Lewis, setidaknya dengan begini ia akan lebih mudah menculik anak sulung dari pria yang ia sukai.

__ADS_1


Kembali lagi Herna menyetop taxi, namun aneh nya dia menanyakan tempat gedung terbengkalai yang sepi pada pak sopir.


"Bapak tau di mana letak gedung terbengkalai tak berpenghuni?"


"Tau sih buk, tempat nya agak jauh dari kota"


"Tak apa apa, antarkan saya ke sana"


"Ok buk" Tak banyak cicit, pak sopir langsung setuju saja kerna tugas nya hanya untuk mengantarkan penumpang saja.


Lewis berada di dalam lamunan nya sehingga dia tidak begitu menghiraukan perkataan Herna, dia sibuk mencoba mengingat siapa wanita di samping nya itu.


"Eh?" Dia mulai tersadar oleh arah yang bukanlah rumah sakit.


"Ada apa?" Tanya Herna.


"Kita mau kemana? ini bukan lah jalan rumah sakit"


Kening Herna mengkerut heran, apakah Lewis tak mendengar obrolan nya dengan pak sopir tadi?. "Bocah ini tadi pasti melamun" Ucap nya dalam hati.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2