I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 90. Selamat tinggal


__ADS_3

Sedih, marah, kecewa, itulah yang selama ini ku pendam pada Agha. Dia membuangku bahkan saat itu aku ingin memberikan nya kabar tentang kehamilan ku, dengan air mata aku keluar dari rumah besarnya, dengan rasa takut aku kembali ke tempat di mana aku lahir dan di mana aku merasa menderita, tapi sekarang apa? dia mengajak ku kembali padanya, walaupun permintaan kak Silvie juga begitu sebelum meninggal tapi ku pikir aku tidak bisa menuruti nya.


Aku sangat berhutang budi dengan kak Silvie, dia adalah wanita kuat yang sangat ku kagumi, kasih sayang nya pada anak ku sangat besar bahkan pengorbanan nya tidak main main, tapi menuruti satu wasiat terakhirnya sangat sulit bagiku.


"Baiklah, aku tidak akan memaksa mu lagi, tapi bisakah kau membiarkan Lewis ikut bersama ku?" Ujar Agha yang pada akhirnya pasrah.


Lewis ikut bersamanya? aku berpikir sejenak, sebenarnya aku ingin membawa Lewis bersama ku tapi Agha menginginkan hak itu juga, seandainya aku kembali pada Agha makan perebutan gak asuh tak akan terjadi.


"Baiklah" Kata ku setelah cukup berpikir, ini ku setujui kerna aku tidak mau kembali lagi pada Agha.


...***...


Di tengah malam buta, Agha menyusuk masuk ke dalam penjara, entah bagaimana caranya dia berhasil lolos dari pengawasan penjaga, dia benar benar lincah dan teliti, rencananya sudah matang ada beberapa orang dalam juga yang membantu mempermudah jalan nya.


Keesokan paginya, para sipir sibuk mencari ke sana ke mari mencari tahanan yang hilang bernama Herna, wanita yang baru beberapa hari mendekam di penjara.


"Cek CCTV!"

__ADS_1


"CCTV nya di retas pak, bagian pengawasan bahkan tertipu dengan rekaman palsu yang tersiar semalaman"


"Sialan tidak berguna! berhenti saja kalian dasar tidak berguna! kalian di gaji bukan untuk bodoh!"


Beberapa orang yang bekerja sama dengan si pelaku semalam menyimpan rasa khawatir takut ketahuan, mereka berakting seolah tidak tau apapun terlebih saldo mereka bertambah berkat membantu pelaku yang kaya raya.


Sementara itu di tempat lain ada Agha dengan mainan baru nya, mainan yang membuat nya kehilangan harapan, penolakan Delly semalam semakin membuat nya dendam terhadap wanita ini.


"Agha hentikan ini sakit" Rintih nya, semalaman ini kulit nya di cabik terkelupas oleh cambuk dari seorang pria yang berekspresi datar.


Kata ampun yang keluar dari mulut wanita itu tidak di perdulikan oleh Agha, bahkan Agha belum mengeluarkan sepatah kata pun semenjak menculik Herna tadi malam.


Plak!


Plak!


"Apa salah aku mencintaimu?"

__ADS_1


Plak!


"Dulu kita sangat bahagia, tapi kenapa kau berubah?"


Plak!


Plak!


"Kau bahkan tidak pernah menyakiti ku sebelum nya, sekarang kau seperti ingin membunuh ku!"


Plak!


Lihatlah bahkan Agha tuli oleh perkataan Herna di setiap cambukan nya, di detik kemudian dia melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 08.00 Agha pun berhenti mencambuk lalu beralih mengambil pisau.


"Kau benaran ingin membunuh ku? silahkan saja, aku sudah tidak perduli dengan nyawa ini"


"Tidak semudah itu" Akhirnya Agha berbicara, selanjutnya dia menyiksa Herna, tidak membiarkan wanita itu mati dengan mudah, setelah puas mendengar jeritan Herna langkah terakhir nya menusuk jantung Herna sama persis seperti yang di alami Lewis.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2