I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 58


__ADS_3

Mereka sekeluarga sekarang tengah berada di bandara mengantar keberangkatan Silvie, bibi Meti dan juga Lewis. Sejak tadi Delly memangku anaknya karena akan berpisah dalam waktu yang cukup lama.


“Nanti di sana jangan nakal-nakal ya nak, turuti perkataan nenek dan ibu, juga Lewis jangan banyak minta, ibu Silvie sedang sakit jadi Lewis harus perhatian kurangi manjanya juga, Lewis sudah besar,” pringat Delly selayaknya mama kandung yang harus mengajari banyak hal pada anak.


Lewis menangis memeluk mamanya, dia memang terbiasa tidak jauh dari Delly. “Mama sama papa seringsering-sering berkunjung ke sana, ya,” pintanya.


“Iya, nanti kalau papamu punya waktu kosong kami akan ke sana.”


Pengumuman keberangkatan pun akhirnya terdengar, Lewis memeluk Delly dan juga Agha secara bersamaan, tak lupa juga mencium pipi orang tuanya begitu juga Agha dan Delly yang membanjiri wajah Lewis dengan ciuman.


“Papa jaga mama baik-baik ya,” kata Lewis pada Agha.


“Pasti sayang, kapan papamu ini tidak menjaga mama hmm?”


“Berjanjilah setelah Lewis pulang, dedeknya sudah jadi.”


“Iya papa janji.”


Sementara Lewis sibuk dengan pap nya, Delly pun berbicara dengan Silvie dan juga bibi Meti.


“Kabari kami selalu ya kak, kakak juga harus semangat.”


“Iya Dell, kamu tenang aja.”

__ADS_1


“Jadi saat aku pulang nanti sudah ada tambahan cucu nih?” kekeh Meti karena ia mendengar pembicaraan Lewis dan Agha.


“Iya bik, rencananya mau tambah satu lagi. Moga aja dapat cewek.”


“Aamin,” Sahut Silvie yang juga ingin anak cewek.


“Lewis nya kami bawa ya Dell, jadi kalian memang harus menambah satu lagi, mumpung masih muda, masih kuat di ranjang.”


“Hiss bibi mulutmu itu! Di tempat umum nih,” tegur Delly membuat Meti hanya tertawa bersama Silvie.


Bibi Meti mulai baik pada Delly semenjak ia melihat Lewis semasa bayi dulu, jadi hubungan mereka baik-baik saja sekarang.


Akhirnya pesawat pun lepas landas, Delly dan Agha hanya melihat dari jauh saja pesawat itu semakin tinggi dan jauh menghilang di balik awan.


“Iya Dell, yuk pulang kita buat anak biar enggak sepi lagi.”


Plak~


Dada Agha di tampar oleh Delly, pria itu kalau soal bercinta pasti dia banyak waktu, tapi saat di ajak jalan-jalan dia malah beralasan sibuklah, inilah, itulah, pasti ada saja alasan Agha.


Akhirnya mereka kembali ke mobil untuk pulang, baru setengah perjalanan Agha malah menepikan mobilnya di tempat yang sepi.


“Kenapa berhenti di sini, Bang?” tanya Delly keterangan, apalagi di jalan itu tidak ada siap siapa selain tumbuhan.

__ADS_1


“Kau tahu? Di jalan ini ada secuil kisahku”


“Kisah apa, Bang? Ceritakan!”


“Ok tapi setelah kita bercinta terlebih dahulu.”


“Apa?! Ini di mobil Bang, aku tak mau kalau di sini.”


“Ya sudah, kalau begitu enggak usah cerita.”


Delly yang penasaran melihat wajah menyebalkan Agha itu semakin bikin kesal saat dia mengabaikan Delly, dia sibuk memainkan ponselnya menunggu keputusan Delly selanjutnya.


“Bang di rumah aja ya, kalau di sini malu nanti di lihat orang lewat ada mobil goyang-goyang.”


“Di sini jarang ada orang yang lewat kok”


“Tapi tetap ada kan? Sudah ah di rumah aja lebih enak di kasur. Cepat ceritain.”


“Enggak mau.”


Huh ~ akhirnya Delly pasrah dan mengiyakan permintaan Agha. Salahkan dirinya yang kepoan, hingga berakhir ngangkang.


Di mobil benar-benar tidak bisa bergerak banyak, enggak bisa guling-guling atau apalah itu, tapi rasanya tidak buruk juga.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2