
Sampai nya di rumah mama Reva, Aku langsung di arahkan ke kamar Agha dengan beberapa pelayan yang mengikuti di belakang ku sambil membawa paper bag. Kami sempat berbelanja tadi.
"Nona kalau gitu kami tinggal ya" Pamit Maid.
"Iya terimakasih"
Setelah para Maid itu pergi, aku memeriksa apa saja yang ada kamar Agha.
"Oh jadi ini adik ke dua nya bang Agha, dia cantik banget" Puji ku ketika melihat sebuah foto yang berada di atas nakas.
Aneh nya foto itu ada satu muka yang di tutup pake lakban hitam oleh Agha, kerna penasaran aku pun membuka nya.
"Siapa pria tampan ini? Kenapa wajah nya di tutupi oleh Agha?"
Kreek~
Pintu terbuka perlahan, yang ternyata mama Reva lah pelaku nya. "Ada apa Delly?" Tanya nya ketika melihat ku yang tengah memperhatikan sebingkai foto.
"Pria ini siapa mah? Kenapa wajah nya di tutupi?"
Reva tertawa, kalau di ingat hubungan anak nya dengan pria itu sangat lah lucu.
__ADS_1
"Ahaa Itu Ray suami nya Yara. Mama juga bingung mereka sering gelud tapi ujung ujung nya saling bekerja sama"
Reva mulai menceritakan semuanya pada ku, mulai dari Agha kecil sampai menikah. Ia juga menceritakan tentang dua putrinya, cerita nya begitu menarik membuat ku meneteskan air mata dan kemudian tertawa. Hidup ini seperti nano nano, ada asam nya dan juga manis nya.
"Syukur lah Yara bisa pulang ya mah" Kata ku.
"Iya dulu dia di culik lama sekali, sekitar tiga tahunan, kami sempat putus asa sebelum nya"
Aku tak menyangka ada cerita pahit yang seperti ini menimpa keluarga bang Agha, tapi syukur lah semua berakhir baik.
Pada malam hari nya, aku makan malam bersama papa dan mama, kami hanya bertiga, mereka memperlakukan ku dengan sangat baik seolah aku putri kandung mereka juga.
"Dell, apa sudah ada tanda tanda?"
"Hamil loh Dell"
"Emang tanda tanda nya gimana?"
"Telat datang bulan misalnya"
"Aku sekarang sedang datang bulan ma"
__ADS_1
Mama Reva menepuk jidat nya sendiri sedang kan papa Calvin tertawa kecil mengejek istrinya sendiri.
"Kalian udah gituan kan?"
"Iya udah mah"
"Syukur lah, mungkin memang belum saat nya. Apa perlu mama siapkan bulan madu kalian ya? Biar Agha memiliki banyak waktu selain dengan kerjaan nya"
Aku hanya menggut manggut saja apapun itu aku hanya akan mengikuti nya seperti arus air, itu lebih baik bukan?
***
Di sisi lain ada Javer dan Dario yang tengah mengobrol berdua di bawah pohon yang ada di kantor mereka, walaupun sudah malam mereka memiliki tugas yang di berikan oleh Efrito selalu pimpinan Detective Polisi.
"Sepertinya dugaan Agha benar, pak tua itu menggelapkan narkoba yang kita sita dari pembandar yang tertangkap" Ujar Dario.
"Untuk sekarang kita turuti saja perintah pak tua itu sesuai keinginan Agha, dia pasti sedang lengah kerna tidak ada Agha di sini"
"Efrito sialan, dia membuat kita mondar mandir tak jelas guna menyembunyikan langkah nya. Ck satu satunya bukti kuat adalah rekaman itu, kalau kita tak menemukan secepatnya Agha pasti akan di jadikan nya kambing hitam"
Inilah alasan Agha pergi ke California, selain untuk melengahkan, posisinya sekarang juga sedang terancam. Efrito berniat menyingkirkan halangan terbesar nya, yaitu Agha.
__ADS_1
Tbc.