
Silvie sibuk berhias di depan kaca, tampilan nya tampak rapi entah kemana ia akan pergi hari ini. Sedangkan Agha masih terkapar di ranjang dengan memeluk guling menikmati alam mimpi.
Siap berias Silvie beralih membangunkan Agha.
"Sayang ayo bangun, sudah siang apa kau tidak kerja?" Ujarnya lembut sedikit menggoyangkan tubuh Agha pelan
Agha yang tipe bertelinga tipis langsung saja sadar, ia duduk sembari menerjapkan mata menerima cahaya yang masuk di indra penglihatan nya
"Jam berapa" Parau nya, suaranya begitu berat dan sexy jika dalam keadaan seperti ini
"Sudah jam tujuh, ayo cepat mandi kasian Delly menunggu di meja makan sendiri"
"Dia tidak sendiri" Jawab Agha
"Dia makan dengan para pembantu?"
"Kan ada mama Sil"
Silvie membulat kan mata, ia lupa kalau ada Reva di sini. Hancur sudah rencananya Silvie ingin keluar, tidak mungkin dia meninggalkan mertuanya di rumah, itu hanya akan membuat Reva marah saja
Cepat cepat Silvie membuka lemari kemudian langsung saja mengganti baju di depan Agha
"Kenapa ganti baju?"
"Aku lupa kalau ada mama di sini, tadinya mau keluar" Jawab nya
Di sisi lain Delly tengah mengetuk ngetuk sendok di meja, ia tidak di biarkan melakukan apapun oleh para maid hingga ia terdiam di meja makan dengan segala kebosanan nya.
"Hei kenapa kau melamun"
Suara teguran seorang wanita membuat ku menoleh, wanita paru baya itu pun duduk di samping ku.
"Tante, selamat pagi tan" Sapa ku.
"Selamat pagi nak, kau bosan?"
"Tidak juga" Balas ku tersenyum tipis.
__ADS_1
"Nanti siang kita jalan jalan yuk"
"Boleh, sama kak Silvie juga?"
"Tidak kita berdua saja"
Aku mengangguk, tidak ada pilihan selain menerima lagian sepertinya menyenangkan berjalan jalan. Yang menjadi pertanyaan ku dalam benak kenapa Silvie tidak di ajak? Aku mengurung kan untuk bertanya hal itu kerna takut salah bicara.
"Mah" Tegur Agha yang baru saja bergabung duduk di kursi bersamaan dengan Silvie yang melempar senyum nya ke Reva.
"Kalian lama banget, kasian Delly dia sudah lapar" Jawab Reva.
"Tidak apa apa kok tan, lagian seru juga ngobrol dengan tante"
"Sil aku beberapa hari kedepan tidak pulang" Ujar Agha setelah selesai makan
"Menyelidiki lagi?"
"Hmm"
"Yasudah gak apa apa"
Beralih Agha melihat ku
__ADS_1
"Del nanti siang gak usah antar makanan, abang tidak ada di kantor"
"Iya bang"
"Loh jadi Delly yang nganterin makanan? Silvie ngapain aja" Sambar Reva menatap tajam Silvie
"Em itu mah~ a-aku"
"Udah jangan banyak alasan, kamu benar benar istri tidak berguna! Nyesel aku jodohin kamu dengan Agha"
"Mah cukup, dia menantu mu jangan berkata begitu. Dia juga butuh kesenangan dan aku membebaskan nya untuk itu"
"Agha! dia sudah bersuami seharusnya dia tau statusnya, ada waktu untuk berjalan jalan bertemu teman tapi jangan sampai melupakan tugas nya sebagai istri"
"Mah ini urusan rumah tangga ku"
"Lebih baik kau cari istri baru lagi Gha, atau kau ingin mama carikan?"
Silvie menangis mendengar hinaan dari mertuanya, aku yang bingung akan situasi beralih duduk di dekat Silvie dan memeluk nya
Agha sendiri tak habis pikir dengan mama nya, malas berdebat panjang
Agha beranjak dari duduk nya, ia sudah akan pergi detik ini juga di tambah deringan HP nya sejak tadi sangat berisik
"Aku pergi dulu, mama berhenti lah menekan Silvie. Kasian anak orang"
"Agha dengar kan mama dulu!" Teriak Reva mengejar Agha di luar sana.
__ADS_1
Tbc.