I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 70. Penyesalan?


__ADS_3

Semakin hari semakin terasa perbedaan nya, Agha hampir kehilangan segalanya. Keluarga yang tidak perduli dengan nya lagi, bahkan putra nya sendiri tidak ingin berbicara dengan nya.


Herna juga kelihatan semakin semena mena seolah tidak tau batasan seorang istri, Agha berusaha menganggap itu efek kehamilan, tapi mau bagaimana pun di pikirkan rasa tidak ikhlas itu tetap ada.


Seperti saat ini, mereka sedang berbelanja keperluan bayi, semangat Agha sama sekali tidak ada kerna anak itu bukan lah anak nya. Sangat berbeda saat ia berbelanja dengan Delly dulu.


"Gha kau sudah siapkan nama untuk putri kita?" Tanya Herna.


"Kau saja yang beri nama"


"Kau ayah nya, kau yang harus beri nama"


Agha melihat kandungan yang sudah berusia lapan bulan itu, dia berpikir itu bukan anak nya, jadi untuk apa dia memberikan nya nama?.


"Kau saja" Tolak Agha lagi.


"Yaudah deh"


Selesai menemani Herna berbelanja, Agha langsung pergi ke kantor nya, ada beberapa dokumen yang harus ia lihat dan selidiki.


Perut nya lapar tapi tidak ada lagi yang mengantari nya makan siang, dia menyadari bahwa tempat ternyaman nya adalah Delly, dia sudah terbiasa dengan sosok wanita itu.

__ADS_1


"Aku menyesal Dell" Gumam nya sendiri tertunduk dengan kepala di atas meja.


"Menyesal?" Sahut Dario yang entah kapan sudah berada di sana.


"Ngapain kau ke sini?"


"Sudah lama kita tidak mengobrol sebagai teman ya"


"Kalian yang menjauhi ku"


"Benar juga, nih ku belikan makan siang, semenjak Delly tidak ada kau selalu melewatkan makan siang kan? aku tau kau malas mengantri, dan parah nya tidak ada yang perhatian lagi pada mu"


Agha tersenyum tipis, dia begitu miris sekarang. Apa yang di katakan Dario adalah fakta.


"Iya, kau terlihat sangat menyedihkan. Tuan Agha si otak encer terlihat bodoh di mata orang kerna membuang istri nya yang cantik dan malah memilih wanita yang hamil anak orang"


"Sialan!"


"Eh bentar lagi katanya Jever akan ke sini, sepertinya sudah waktunya untuk kita berbaikan"


***

__ADS_1


Aku tengah berbicara dengan putra ku melalui panggilan video, anak itu tambah cengeng saja, setiap aku telpon pasti dia akan menangis. Ayah ku juga sering berbicara dengan nya, dia sudah ku ceritakan semuanya.


"Mama kapan ke sini? Lewis rindu" Tangis nya.


"Sabar ya sayang, Lewis belajar yang benar nanti mama datang ke sana"


"Lewis juga rindu papa ma"


Selama delapan bulan ini Lewis tak pernah menyinggung nama papa nya, tapi untuk pertama kali nya setelah sekian bulan dia kembali mempertanyakan sosok itu.


"Yaudah, kalau gitu Lewis telpon papa ya. Bilang kalau Lewis ingin bertemu"


"Bisakah kalian baikkan aja lagi, Lewis rindu mama papa bersama"


Ini adalah permintaan yang paling ku takuti, aku tidak mungkin mengusik Agha lagi, aku lah yang memutuskan untuk pergi, tidak mungkin aku kembali dengan sendirinya.


"Lewis, mama harus ke pasar sebentar, besok mama telpon lagi ya, bye sayang i love you"


"I love you tu mom"


Tut~

__ADS_1


Ku tarik napas ku dalam, sebenarnya sengaja ku akhiri untuk lari dari pertanyaan Lewis, hanya itu yang bisa ku lakukan untuk saat ini. Sebenarnya aku sangat rindu dengan anak itu, tapi aku tidak bisa ke sana kerna tidak ada biaya, ada pun uang untuk persiapan persalinan nanti.


Tbc.


__ADS_2