I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 74


__ADS_3

Agha sebenarnya masih ingin bersama Theo lebih lama, Agha tau seharusnya dia mengecek ke kantor polisi untuk pencarian anak hilang hari ini, katakan Agha egois kerna tak melakukan hal itu kerna ia menyukai Theo, rasanya ia ingin menculik anak itu.


Theo sedang sibuk menyalin tulisan yang Agha tulis, mereka sekarang berada di hotel. Agha melihat usaha anak itu untuk bisa membaca dan menulis.


"Theo, kau tak perlu buru buru. Di usia mu ini kau cocok nya bermanja manja, belajar nya tunggu umur lima tahun atau enam tahun saja" Tegur Agha.


"Seperti ilmu lain, kemahiran deduksi dan analisis hanya bisa diperoleh dengan belajar dalam waktu yang lama dan penuh kesabaran. Sayangnya, hidup manusia tak cukup panjang untuk memungkinkan siapa pun mencapai kesempurnaan dalam bidang ini. Maka dari itu aku harus memulai nya dari sekarang paman"


"Sebenarnya seperti apa cara mama mu mendidik mi Theo?"


"Sebelum tidur mama sering membacakan buku Sherlock Holmes, aku jadi tertarik mendengar kisah nya. Tugas setiap orang adalah memastikan bahwa keadilan telah ditegakkan. Itu adalah salah satu kalimat yang membuat ku memandang nya keren, aku juga pingin keren"


"Tapi keadilan akan kalah dengan kekuasaan, di dunia ini penuh muslihat dan kelicikan, sangat kotor dan menjijikan. Tidak ada yang benar benar bersih kecuali kepolosan anak kecil"


"Kenapa?"


"Kau akan mengerti seiring berjalan nya waktu"


Sudah berjam jam Theo di ajari oleh Agha, kini pukul sepuluh malam tanpa terasa anak itu telah tertidur dalam pangkuan nya.

__ADS_1


Agha memindahkan Theo ke kasur, wajah nya yang tertidur pulas sangat polos dan lugu.


"Pasti mama nya tengah khwatir, apa yang harus ku lakukan ya? Kenapa tiba tiba aku menjadi penculik? Yaudah deh besok pagi aku akan ke kantor polisi untuk melapor"


Tok tok tok


Mendengar suara ketukan pintu Agha pun berjalan untuk membuka nya.


"Gha, lu dari tadi kemana sih! Di telpon kok gak di angkat?"


"Jangan banyak cerita, jadi gimana?"


"Yaudah tahan dia, besok aku introgasi"


"Kami sudah menguliti dan mencabut kuku nya, tetap saja dia tidak mau bicara"


"Besok siapkan saja, palu dan kapal untuk ku"


"Ihhh seram.. Gak sanggup aku kalau melihat mu menginterogasi"

__ADS_1


Orang yang Agha incar hingga sampai ke kota Beijing ini adalah penjahat dari negara asal nya yang kabur ke sini. Ini lah alasan kenapa sekarang Agha berada di China, kerna kejahatan ini berjalan secara berkelompok yang sangat meresahkan.


"Eh itu anak siapa?" Javer main masuk saja ketika melihat anak yang tertidur di kasur.


"Besok aku kembalikan pada orang tua nya"


"Lu nyulik anak orang Gha? Gila sih lo!"


"Enggak, anak itu tadi kepisah dengan mama nya"


"Eh Gha kok mirip dengan kamu ya? Jangan jangan anak mu Gha!"


"Jangan ngacok, anak ku cuman Lewis" Agha menggeplak kepala Javer yang hobi bicara sembarangan.


"Mungkin Delly kabur dalam keadaan hamil, selagi di Beijing nih, kamu gak mau temuin dia? Mungkin dia tinggal di rumah ayah nya yang kita datangi dulu, tengok yok Gha"


Agha terdiam, dia tidak memiliki keberanian untuk menemui Delly lagi. Kesalahan nya sangat fatal membuat nya malu untuk bersitatap dengan istrinya itu, kalau boleh jujur Agha ingin sekali mengajak Delly kembali hidup bersama nya.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2