I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 61


__ADS_3

Keputusan Agha benar benar membuat Delly lemas, di saat ia rela menjadi antagonis untuk melindungi nyawa Agha, pria itu malah menerima pembawa petaka itu dengan tangan terbuka.


Apa yang harus Delly lakukan sekarang? Otak yang terasa buntu membuatnya tak tahu harus berbuat seperti apalagi, keadaan ini sangat mencekik Delly yang semua rencananya telah gagal.


"Bang dia kabur dari suaminya." Delly menunjuk Herna guna menyadarkan Agha bahwa wanita di sampingnya itu telah bersuami.


"Aku tahu," jawab Agha terlewat cuek.


"Suaminya akan membunuhmu, Bang."


"Aku bisa mengatasinya, kau jangan khawatir kan tentang hal itu."


Semua perkataan Delly dibantah oleh Agha, Delly semakin lemas dengan tatapan Agha yang penuh kekecewaan terhadap Delly, wanita itu menghapus air matanya lalu kemudian bertanya, "Abang masih menginginkannya?.


"Untuk kali ini aku akan mengikuti egoku Dell, aku masih mencintai Herna, kuharap kau mengerti."


"Tapi dia sudah menjual diri pada pria, sudah banyak orang yang mencicipi tubuhnya, kau masih mau dengan wanita rendahan itu!"


"Dell, lebih baik kau diam jika tak ingin aku marah. Semua itu salahmu, kau yang membuatnya seperti itu. Herna kemasi pakaianmu, mulai sekarang kau akan tinggal di rumahku."

__ADS_1


Air mata Delly tak membuat Agha luluh, dia membiarkan istirnya menangis tersedu-sudu di hadapannya. Bahkan saat menuju pulang, di dalam mobil Delly duduk di belakang sedangkan Herna di depan bersama Agha.


Sesampainya di rumah, Herna begitu kagum melihat rumah Agha yang begitu besar dan mewah. Agha sendiri yang mengantar Herna ke kamar yang akan di tempatinya.


"Ini kamarmu," kata Agha.


"Kau akan tidur di sini juga kan bersamaku? Dulu kita sering banget tidur bareng, ingat gak?"


"Hmm, kau istirahatlah nanti aku akan menyusul."


Agha pergi dari kamar itu, lalu kemudian dia megetuk kamar utama tempat Delly berada.


Tok tok tok.


Tak ada sahutan dari dalam, Delly mengabaikan panggilan Agha karena ia masih menangis dan sakit pada pilihan Agha yang membawa Herna masuk ke rumah mereka.


"Dell, aku ingin bicara sebentar," ucapnya yang berada di luar kamar.


"Kak Silvie apa yang harus aku lakukan?" gumam Delly, ingin sekali ia mengadu pada wanita itu tentang Agha yang lebih sayang Herna. Tapi ia takut wanita yang sedang sakit itu juga ikut kepikiran dalam keadaannya yang seharusnya tidak banyak beban pikiran dan tetap rileks.

__ADS_1


Pada akhirnya Delly tidak membukakan pintu untuk Agha.


...***...


Semenjak hari itu, Delly tidak pernah lagi tidur dengan Agha, pria itu selalu tidur dengan Herna. Sudah seminggu berlalu, Agha dan Delly tidak pernah berkomunikasi lagi, hubungan mereka menjadi canggung seolah kembali menjadi orang asing.


Delly tidak pernah lagi ke kantor Agha untuk mengantar makan siang pria itu, walaupun mereka satu atap, saat berpapasan bahkan mereka seolah tidak melihat apa-apa.


Sedangkan Herna sudah berlagak bak nyonya di rumah itu, dia gambaran wanita yang tidak tahu diri. "Eh pakaian yang aku beli semalam udah disusun di lemari belum?" tanya Herna pada pelayan.


"Udah,Non."


Herna mengingatkan pada ibu Delly yang boros, setiap hari ada saja yang ia beli, sialnya Agha tidak pernah mempermasalahkan orang luar itu menggunakan uangnya.


"Sudah ada yang merasa jadi nyonya ya sekarang? Gak jual diri lagi buk?" singgung Delly berkata pedas padanya.


"Sebaiknya orang menafik jangan berbicara denganku," Balas Herna tak mau kalah.


"Iya juga ya, kenapa juga aku bebicara sama pela-cur. Oh iya aku hanya ingin mengingatkan, uang yang kau buat foya-foya itu milik suamiku jadi manusia seharus nya memiliki urat malu."

__ADS_1


Delly pergi setelah berhasil membuat nya kesal, para maid hanya menahan tawa saja melihat ekpresi menjijikan Herna, tak ada yang suka dengan kelakuan Herna yang seenaknya di sini selain Agha tentunya.


Tbc.


__ADS_2