I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 80. Pertemuan ayah dan anak


__ADS_3

Sebut saja tidak bertanggungjawab, setelah sekian lama baru sekarang Agha ingin mengunjungi putranya. Mau bagaimana lagi? terlalu banyak beban pikiran yang harus ia tanggung sendiri.


Dia baru saja mendarat di bandara, langsung saja ia menuju alamat yang sudah ia dapatkan. Dengan menggunakan Taxi ia duduk santai di belakang.


"Apa yang harus ku katakan pada nya nanti ya?" Bingung nya sendiri, Lewis sudah berusia 13 tahun itu berarti sudah lima tahun lama nya ia tidak bertatap muka dengan bocah itu. Hal itu pasti akan menjadi canggung antar anak laki laki dan juga papa nya.


"Dia pasti tidak cengeng lagi" Pikir Agha sembari tersenyum hambar.


Sesampainya di gedung apartemen yang tinggi menjulang ke atas, Agha memasuki lift menuju lantai delapan.


.


.


Lewis bermain game online bersama Frank di kamar nya, mendengar suara bell apartemen yang terus berbunyi membuat nya merutuk kesal.


"Baby, buka aja dulu siapa tau penting" Saran Frank.


"Tu orang siapa sih! Ganggu aja"


Dengan langkah kesal Lewis menuju pintu untuk mengusir orang yang entah siapa itu.


"Maaf, ibu sedang tidak ada silahkan anda pergi" Ucap nya tanpa mendongak ke atas.

__ADS_1


"Begitu kah cara mu menyambut tamu?"


Lewis tersentak kaget, ia mengali suara tersebut, kepala nya mendongak untuk memastikan pelaku. "Papa?"


"Lewis papa ke sini untuk melihat mu"


"Si-silahkan masuk pah"


Agha masuk dan duduk di sofa tamu, ruangan ini begitu sepi hingga menambahkan kecanggungan bagi Lewis maupun Agha.


"Bagaimana sekolah mu?"


"Baik kok pah"


"Dapat rengking berapa?"


Sejak kecil Lewis memang tidak menunjukkan ketertarikan untuk belajar, Agha mengerti itu, tapi tak di sangka hingga sekarang Lewis pun masih sama.


"Apa cita cita mu nak?"


"Aku tidak tau"


"Jika tidak memiliki tujuan kau akan sulit maju, tidak masalah nilai di sekolah mu rendah tapi kau seharusnya memiliki tujuan hidup untuk mendorong tekad"

__ADS_1


"Maaf pah, aku masih memikirkan tujuan ku"


"Baiklah, jadi sekarang di mana ibu mu?" Tanya Agha, kerna di ruangan ini memang hanya ada dia dan Lewis.


"Ibu di rumah sakit, aku di suruh tunggu di rumah sama nenek. Ibu Baik baik saja, ayah tenang aja mereka cuman cek kok" Lewis berusaha menahan Agha agar tak mengunjungi Silvie, ia takut Agha mengetahui keadaan Silvie yang semakin parah kerna terus menahan emosi pada Lewis.


Pandangan Agha terpaku pada sosok orang yang ikut duduk di samping Lewis, tiba tiba saja wajah Lewis jadi pucat, ia takut Frank membeberkan hubungan mereka.


"Halo paman, aku Frank teman nya Lewis"


Lewis bernapas lega kerna Frank mengakui nya sebagai teman bukan sebagai kekasih.


"Oh ternyata Lewis membawa teman nya, kalian terlihat sangat akrab" Ucap Agha.


"Iya paman" Frank tersenyum manis, pemuda ini seakan tidak ada takut nya. Mungkin kalau tidak melihat wajah pucat Lewis tadi pasti dia akan berbicara blak blakan. "Lewis, kenapa kau tak menyuguhkan minuman untuk papa mu?"


"A-aku lupa"


"Baiklah biar aku saja yang ambilkan"


Setelah beberapa menit, Frank kembali dengan membawa minuman dingin yang berada di kulkas.


"Maaf paman, aku hanya mengambil yang ada di dalam kulkas"

__ADS_1


Agha mengangguk "Bocah ini, attitudenya bagus juga" Pikir Agha.


Tbc.


__ADS_2