I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 56


__ADS_3

Hari ini Delly pergi ke sekolah Lewis untuk mengurus surat pindahnya, dengan langkah yang tak lepas dari pujian dia masuk ke ruang kepala sekolah untuk meminta diuruskan.


“Permisi, Pak,” tegurnya seraya membuka pintu pelan.


“Oh iya Buk, silakan masuk.”


Delly pun duduk berhadapan dengan kepala sekolah. “Pak saya ingin mengurus surat pindah sekolah anak saya Lewis ke luar negeri.”


“Kenapa pindah, Buk?”


“Menemani ibunya berobat di sana, Pak.”


Pak kepala sekolah pun menjelaskan apa saja yang diperlukan untuk pindahan anak, setelah selesai berbincang tentang surat pindah Delly pun bertanya hal yang lain di luar pembahasan sebelumnya.


“Buk Herna pernah menanyakan sesuatu enggak pada kalian?” Raut Delly langsung berubah 180° lebih serius.


“Menanyakan tentang apa, Buk?”


“Suamiku misalnya?” tutur Delly.


“Enggak ada, Buk.”

__ADS_1


“Ok itu bagus, nanti kalau dia menanyakan tentang suamiku bilang saja tidak tahu, suruh guru lain juga seperti itu ya, Pak.”


“Iya buk, memang ada apa sih sebenarnya?” kepala penasaran kenapa Delly sebegitunya dengan guru baru bernama Herna itu.


“Ada deh Pak, Bapak kan sudah saya bayar, jadi jangan banyak tanya, ya. Ya sudah aku balik dulu, permisi Pak.”


Kepala sekolah tentu mengenal siapa Agha, sembilan tahun yang lalukan Agha sempat viral di media sosial dan juga saluran TV, Delly juga viral sih. Maka dari itu Delly sangat takut Herna memiliki ponsel, dalam pencarian goggle saja Agha bisa di temukan dengan tagar polisi tampan, apalagi langsung bertanya dengan penghuni sosial media, pasti Herna akan langsung menemukannya.


Keluar dari ruang kepala sekolah, Delly mendengar suara Herna yang memanggilnya.


“Delly,” panggilnya dari kejauhan tujuh meter di belakang.


Yang di merasa di panggil pun berbalik dan melihat Herna berjalan mendekat dengan tumpukan buku di tangan.


“Iya, nih mau mengoreksi nilai soal. Lewis mana? Kok enggak masuk sekolah hari ini?”


“Lewis di rumah Kak, dia mau pindah sekolah.”


“Pindah ke mana?”


“Ke kampung, Kak” Delly berbohong lagi, tidak mungkin ia katakan ke luar negeri sedangkan dia berpura-pura miskin di hadapan Herna, memangnya ada orang yang menjual HP demi membayar tunggakan motor, pergi ke luar negeri?

__ADS_1


“Oh ke kampung, sayang banget, ya.” Herna percaya saja dengan apa yang Delly katakan.


Tiba-tiba Delly terpikirkan satu ide yang cukup konyol dan jahat.


“Eh kak, aku sempat bertanya pada tetanggaku tentang orang yang bernama Agha, kata tetanggaku dia mengenal Agha.”


Mata Herna berbinar mendengar cerita bohong Delly, dia bahkan menitikkan air mata bak seseorang yang terdampar di gurun yang menemukan air. “Terus tetanggamu itu sekarang di mana?”


“Enggak tahu Kak, dia tadi pagi pindah. Makanya aku sempat mengobrol dengannya, karena dia sibuk mengangkat barang ke dalam truk.”


Ekspresi Herna langsung berubah sendu, hal itu membuat Delly mati-matian menahan tawa.


“Padahal aku ingin menanyakan lebih lanjut pada tetanggamu itu.”


“Mungkin dia mengenal Agha yang bukan kekasih kakak, nama Agha kan banyak, apalagi aku menanyakannya tadi tanpa foto, aku tidak punya foto kekasih kakak.” Mau kuperlihatkan foto pernikahan kami enggak? Hihihi.


“Iya juga sih.”


“Kalau tidak salah bibi tadi bilang namanya Agha Jenagha, katanya dia berkulit pucat dan tampan, dia memiliki dua adik perempuan. Itu ciri-ciri yang disebutkannya. Terus ciri-ciri pacar Kakak seperti apa?”


“Delly! Aku rasa Agha yang dimaksud bini itu adalah Agha kekasihku, ciri-cirinya sama. Sekarang di mana dia?”

__ADS_1


“Kata bibi itu dia sudah pindah ke Prancis.”


Tbc.


__ADS_2