
Suara tangisan saling bersahutan, Yara memeluk ku sambil meminta maaf kerna sikap kakak nya. Hari ini aku benar-benar akan pergi untuk belajar melepaskan orang yang sangat ku cintai.
Sebelumnya aku sudah izin dengan mertua ku, mereka juga meminta maaf padaku, sayang nya mereka tidak bisa ikut mengantar kepergian ku kerna usia mereka yang sudah tua, apalagi mama Reva sering sakit jadi aku harus memaklumi nya.
Sedangkan Agha, dia masih di rumah sakit untuk menemani Herna yang sudah sadar. Dia tidak tau kalau aku akan pergi, ku rasa memberi pilihan ke dia sebelum nya sudah sama seperti persetujuan bahwa dia tidak membutuhkan ku.
"Kak nanti aku boleh ya mengunjungi mu di sana"
"Iya, kalau kau ke sana aku yang akan menjemput mu di bandara. Oh iya suruh kaka mu itu untuk urus surat cerai ya, hehe kaka tak sempat pamitan dengan nya"
Sekali lagi aku berpelukan dengan Yara kerna pengumuman untuk segera memasuki pesawat sudah terdengar, tidak lupa kami berfoto telebih dahulu untuk kenang kenangan, walaupun foto kami berdua sebenarnya banyak sih.
"Waktunya kembali ke negri tirai bambu" Gumam ku.
Akhirnya setelah sekian lama aku kembali menginjak tanah negri ini, setidaknya aku membawa uang walaupun itu uang yang di berikan Agha untuk jajan ku.
Aku menaiki angkutan umum untuk sampai ke rumah ku, ku lihat ayah ku melotot melihat kehadiran ku di depan nya sekarang.
Oh iya, ayah ku sudah bebas dari penjara setahun yang lalu.
"Delly ini kau?"
"A-aku tidak boleh masuk ya?" Sudah 9 tahun lama nya aku tidak bertemu dengan sosok ayah ini, wajar saja jika aku canggung.
Greb!
__ADS_1
Aku pikir aku akan di usir, tapi ternyata pria ini memeluk ku dengan air mata yang membanjirnya.
"Akhirnya kau pulang nak, maaf kan ayah ya, ayah salah"
Apa ini? Aku sangat terkejut, pria yang biasa memukul ku dulu bersimbah air mata meminta maaf pada ku.
"A-ayah, tidak apa apa, aku tidak pernah menaruh dendam Pada mu" Bulshit! Terus siapa yang melemparkan ayah nya sendiri ke penjara?.
"Ibu mana ya?"
Aku jadi merasa menjadi anak durhaka sedunia, kasihan sekali ibu ku, di saat ia meninggal tapi suami dan anak malah tidak hadir di pemakaman nya.
"Kuburan nya di mana yah?"
"Besok saja kita pergi ke sana, kau istirahat lah dulu. Mau makan apa biar ayah yang masak"
"Apa saja deh yah, aku lapar hehe"
__ADS_1
Ini sebuah kebahagiaan yang lain, ayah ku sudah banyak berubah. Aku tidak tau apa yang terjadi padanya di penjara, yang jelas dia sudah menjadi orang yang lebih baik, bahkan dia tidak lagi kasar pada ku seperti dulu, baru pertama kali ini aku merasakan kehangatan nya.
"Ayah, sekarang ayah kerja apa?"
"Masih mengedar kan obat obatan kok" Jawab nya.
SHOCK!!
Aku keget setengah mati, ku pikir dia sudah tobat ternyata masih ada setan yang melengket.
"Kau terkejut? Maaf, tapi mau bagaimana lagi, tidak ada yang mau menerima mantan narapidana seperti ayah untuk berkerja, ayah sudah mencoba mencari pekerjaan yang baik tapi hasil nya selalu gagal"
"Kenapa tidak coba berjualan makanan?"
"Sudah ayah coba, tapi tidak ada yang mau beli kerna mengetahui ayah mantan narapidana"
Memang pada dasar nya mantan kriminal sulit untuk mendapatkan pekerjaan, maka dari itu kebanyakan dari mereka sering mengulangi kesalahan yang sama demi bertahan hidup.
"Tidak apa ayah, aku akan membantu mu"
__ADS_1
Tbc.