I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 72. Anak hilang


__ADS_3

Di sini aku tidak berkerja kerna ayah ku lah yang berkerja, dia sudah tidak mengedarkan obat obatan lagi kerna aku membantu nya membuka toko alat alat mesin dan pertukangan.


Aku tidak membantu banyak, hanya saja dulu aku menjadi penjaga nya sampai semua orang punya kepercayaan pada toko kami, mulai dari situlah ayah ku mengambil alih.


"Theo ayo jalan jalan, sore ini cuaca nya sangat bagus untuk jalan jalan"


"Ok mah, ayo jalan jalan"


Aku keluar bersama anak ku, seperti biasa kalau cuaca nya bagus maka aku akan membawa nya keluar untuk jalan jalan. Pejalan kaki sangat lah ramai, aku menunggu lampu untuk berjalan berwarna hijau baru menyebrang.


Kerumunan orang mulai menyebrang, tanpa melihat lagi, aku langsung menganggendeng tangan kecil ini.


"Mamaaa~" Tangis nya


Ada suara tangis anak cewek, tapi tidak ku perdulikan kerna itu bukan anak ku.


"Nona"


Seorang ibu ibu memegang pundak ku, aku pun menoleh "Ada apa buk?"


"Yang Anda bawak anak saya"


Saat ku lihat ke bawah ternyata memang benar bukan anak ku, gadis kecil itu menangis memeluk ibu nya, mungkin dia mengira aku penculik.


"Anak ku? Anak ku di mana?" Aku panik mencari nya ke sana ke mari, dalam kerumunan tadi aku kehilangan anak ku. Sudah dua puluh menit tapi aku belum menemukan Theo, hingga akhirnya aku ke kantor polisi untuk melapor.




Sementara itu Theo berada di pangkuan seorang pria. Theo celingak celinguk menilai satu persatu orang yang lewat.



"Bagaimana? Apa ibu mu sudah terlihat?"


__ADS_1


"Belum paman"



"Ciri ciri ibu mu seperti apa?"



"Dia cantik, berambut panjang se pinggang, tadi dia pakai dress ungu muda. Biasanya mudah menemukan mama kerna dia selalu jadi pusat perhatian" Jelas Theo.



"Papa mu?"



"Aku tidak tau papa ku siapa, sejak aku lahir dia sudah tidak ada. Oh iya, nama paman siapa?"



"Agha"




"Dellgha?" Agha menyeringit, pasal nya nama belakang Theo sama seperti nama belakang Lewis yang di buat atas gabungan nama nya dan juga Delly.



Agha heran kenapa anak ini tidak menangis, biasanya anak anak akan menangis ketika tersasat dan kehilangan ibu nya di jalan, hal ini mengingatkan nya pada waktu kecil, Agha pernah mengalami hal yang sama.



"Yasudah, kita tunggu mama mu di sini ok"


__ADS_1


"Paman kulit kita sama sama pucat ahaha, paman tidak sakit kan?"



"Tidak, ini memang bawaan dari lahir"



"Aku juga sama, mama bilang aku mirip dengan papa"



"Papa mu beruntung sekali memiliki anak cerdas dan pemberani seperti mu. Mau jajan? Di sana ada toko, ayo kita ngemil sambil menunggu ibu mu datang"



Untung lah Agha bisa bahasa Mandarin, jadi dia bisa mengobrol dengan Theo dengan sempurna.



Sementara itu Delly tengah duduk berhadapan dengan polisi.



"Jam berapa hilang nya putra anda nona?" Tanya polisi sembari mencatat.



"Sekitar pukul tiga di perempatan jalan x pak"



"Theo Dellgha jenis kelamin laki laki usia 4 tahun, foto nya kami bawak dulu ya non, kami akan mengecek CCTV"



Polisi mengecek CCTV jalan, tapi kerna posisi nya saat itu sedang banyak pejalan kaki, polisi jadi kesulitan melihat Theo yang bertubuh pendek di antara kerumunan manusia.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2