I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 60


__ADS_3

Malam ini begitu dingin padahal tadi siang cuacanya panas, seorang diri membuat Delly begitu bebas maka dari itu malam ini Delly menginap di rumah Yara, karena kebetulan suami Yara sedang ada jadwal penerbangan, mereka sama-sama ditinggal suami kerja.


Mereka berbaring telungkup di karpet bulu menghadap laptop yang menampilkan sinetron azab.


"Bagaimana Kak tentang si Herna itu?" tanya Yara.


"Dia benar-benar mengikuti saranku untuk jual diri, gila enggak sih?"


"Bodoh banget."


"Katanya dua hari lagi dia bakal ke Perancis, bagus deh, lebih jauh lebih baik," imbuh Delly sambil mengunyah kacang.


"Sekarang Kaka tidak perlu takut lagi Herna bakal bertemu dengan kak Agha, mungkin dia bakal jual diri lagi di sana haha, kaka pintar sekali mengakalinya," puji Yara.


Di saat Yara sibuk berbicara mata Delly membola tediam melihat sosok pria berdiri mematung dari pantulan layar laptop yang menggelap.


"Abang!" Sontak Delly langsung melihat kebelakang, Yara juga terkejut ikut menoleh dengan raut panik.


Agha masih terdiam menatap dua wanita dengan raut keterkejutan.


"S-sejak kapan Abang ke sini? Bukannya Abang ke luar kota ya?" tanya Delly gugup, takut Agha sudah mendengar semua cerita mereka.


"Di mana Herna Dell?"


Deg!


Detak jantung terdengar oleh kuping sendiri, rasa takut menyelimuti kalbu Delly. Agha menanyakan wanita lain di hadapan sang istri membuat Delly tak kuasa menahan air mata.

__ADS_1


"Kak Agha, kaka mendengarnya?" Yara jadi ikut gugup.


"Katakan saja di mana Herna!?" tekannya membuat Yara juga ciut.


Agha menarik tangan Delly hingga tubuh gadis itu berdiri tegap, Yara mencoba meraih tangan Delly tapi ia gagal karena Agha langsung menyeret Delly keluar. Delly berusaha menyamakan langkah Agha yang cepat sehingga ia hampir jatuh.


"Kak, jangan gitu sama kak Delly!" Yara mengejar mereka dan kembali meraih tangan Delly.


"Lepaskan, Yara," titah Agha.


"Lupakan Herna, kau sudah berkeluarga sialan!"


"Kau urus saja rumah tanggamu sendiri."


"Yara, aku pulang dulu," pamit Delly tersenyum tipis agar Yara melepaskan tangannya. Delly takut Agha tambah marah kernanya, dan masalah ini memang harus diselesaikan di rumah.




Mereka sedang dalam perjalanan ke rumah Herna, Agha memaksa Delly untuk langsung menunjukkan arah. Dia tidak ingin mendengarkan Delly terlebih dahulu, dan memilih untuk bertemu dengan Herna secepatnya.



Sesampainya di rumah Herna, Agha sendiri yang mengetuk pintu sedangkan Delly menunggu di mobil.


__ADS_1


Dari mobil ia dapat melihat Herna memeluk Agha sambil menangis sesegukan, begitu pula dengan Agha yang membalas pelukannya penuh haru. Delly yang melihatnya ikut menangis, bukan menangis haru tapi menangis kerna sakit hati.



"Kenapa jadi begini? Padahal aku sudah berusaha menjauhkan mereka." Delly pukul pukul dadanya yang terasa sesak, rasanya begitu sakit Agha benar benar tega padanya.



Sudah dua jam ia menunggu tapi Agha tak kunjung keluar dari rumah itu, Delly pun ikut turun untuk mengeceknya.



Saat ia masuk, dapat ia lihat tatapan kemarahan dari Herna padanya, ternyata dia sudah menceritakan tentangnya pada Agha termasuk tentang pertemuannya dengan Delly.



"Delly kau pembohong!" teriak Herna.



"Yang kau inginkan itu suamiku tentu saja aku berbohong." Mata Delly melirik ke Agha yang menatap datar. "Bang, Abang memilih aku kan? yok bang kita pulang, kau sudah bertemu dengannya jadi apalagi yang kau butuhkan?"



"Herna akan ikut denganku"


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2