
Di sisi lain mertua ku atau sebut saja mamanya Agha yang bernama Reva, tengah bertengkar dengan besan nya, yaitu Meti mamanya Silvie.
Meti sama sekali tidak tau kalau anak nya di madu, ia baru mengetahui nya semalam, maka dari itu dia mendatangi Reva untuk meminta penjelasan.
"Putri mu itu mandul! Kenapa kau malah menyalahkan ku?" Kata Reva tak ingin kalah setelah mendengar ocehan Meti. Entah kemana pergi nya suami kedua wanita yang tengah berdebat ini.
"Kau keterlaluan Reva! sesama perempuan seharusnya kau tidak mengatakan hal itu, hati ku benar benar sakit mendengar nya"
"Yasudah kalau kau tidak terima, kau bawa saja putri mu balik. Keluarga ku tidak membutuhkan nya"
"REVA!"
Perkataan Reva benar benar pedas, merendahkan Silvie di hadapan ibu nya sendiri itu benar benar keterlaluan.
"Jangan membentak ku!, lagian putra ku lebih cocok dengan istri ke dua nya. Satu hal yang harus kau tau lagi Meti, putri mu itu tidak pandai mengurus suami, aku memperhatikan nya sejak lama dan aku menyesal menjodohkan putra ku dengan nya"
Setelah nya Reva meninggal Meti yang penuh amarah di ruang tamu sendiri, ibu tiga anak ini memilih menjauh dari pada meneruskan pertikaian yang mungkin akan memakan waktu panjang.
Meti menghapus air matanya lalu kemudian pergi keluar dari rumah besar itu.
"Aku harus temui Silvie" Gumam nya.
__ADS_1
Perut ku benar benar kosong di buat nya, pria yang berstatus suami ku itu seakan lupa akan keberadaan istri yang tengah menahan lapar.
"*Sebenarnya aku di bawa ikut ke sini untuk apa sih*?" Ucap ku dalam hati, percayalah aku sering mengunpati Agha dalam benak ku sejak tadi, kerna pria itu aku kelaparan.
"Bang udah jam tiga sore" Basa basi ku.
Lihat lah sepanjang apapun aku membentuk kata, dia hanya menjawab hamm hemm hamm hemm saja. Dasar pria gila kerja, apa nanti saat mati di tanya malaikat di akan menjawab hmm saja? atau dia akan membawa perkerjaan nya juga?.
"Jam berapa kita pulang bang?"
__ADS_1
Tik Tik Tik
Rasanya seperti mendengar suara jarum jam, sangking senyap nya. Agha tak merespon ku, aku seperti bertanya dengan dinding.
"*Lain kali aku gak mau ikut dia kerja lagi*" Batin ku berteriak ingin menjambak Agha, lalu kemudiam malarikan diri menghilang dari bumi.
"*Untung aku dah terbiasa menahan lapar, jadi ini bukan masalah besar. Kalau di pikir pikir kehidupan ku di sini jauh lebih baik ya, tidak buruk juga jadi istri ke dua hehe yang penting bebas dari tekanan ayah dan ibu*" Pikir ku.
Keinginan anak broken home itu simple, untuk kasus Delly ini dia hanya ingin kebebasan. Dia tak ingin kasih sayang dari ke dua orang tua nya kerna Delly merasa itu terlalu berlebihan dan mustahil, tak begitu memimpikan hidup bergelimang harta, tak berambisi untuk menjadi cantik walaupun kenyataan dia sangat cantik.
Walaupun sudah merasa beban di pundak nya ringan, tak di pungkiri Delly penasaran dengan kabar orang tua nya, ayah nya mungkin sudah di penjara, terus bagaimana dengan ibunya yang bergaya glamor memaksa dompet yang teramat tipis. Ibu Delly masih lah muda dan cantik tak heran kecantikan nya nurun ke Delly.
__ADS_1
Tbc.