I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 27


__ADS_3

Dini hari sekitar pukul tigaan pagi, Agha sudah terbangun kerna mendengar suara deringan ponsel yang mengusik nyenyak nya.


Setelah selesai dengan pembicaraan yang terhubung dari ponsel, Agha pun hendak keluar dari kamar ku.


"Abang mau kemana?" Tanya ku dengan mata yang setengah terpejam.


"Mau kemas kemas pakaian Dell"


"Mau pergi?"


"Iya, dua jam lagi bakal lepas landas ke California"


"Hah! Mendadak banget, yaudah aku bantu kemasin pakaian abang"


Aku pun menyiapkan segalanya mulai dari pakaian sampai makan, Agha terima beres saja tanpa melakukan apapun. Setelah semuanya selesai baru lah ia berpamitan dengan ku.


"Abang pergi dulu ya"


"Gak pamitan dulu dengan kak Silvie?"


"Nantik kamu aja yang beri tahu"


Cup~


Setelah mengecup kening ku sekilas lalu pergilah Agha bersama jemputan nya yang sedang menunggu. Aku melambaikan tangan ku melepas kepergian Agha.


"Huh, dua minggu bukan waktu yang sebentar" Gumam ku lalu kemudian masuk ke dalam, suasana di luar masihlah gelap, matahari belum menunjukan keberadaan nya subuh ini, kesibukan Agha benar benar tak mengingat waktu.




"Siapa pilot yang bertugas hari ini?" Tanya Agha pada javer yang menyetir di depan.



"Ray, adik ipar mu"



"Oh bocah itu, sudah lama aku tidak melihat nya"

__ADS_1



"Belum juga setahun setelah kalian beradu tinju ahaha, bisa bisa nya kau bilang sudah lama tidak melihat nya. Eh tapi kau bakal nginap di rumah yang sama dengan Ray kan?"



"Iya"



Sesampainya di bandara, terlihat Ray yang menunggu Agha sambil minum kopi kesukaan istrinya. Pria itu bucin banget dengan istrinya.



Bukannya saling menyapa kedua pria tampan itu malah saling menatap dengan tatapan sinis masing masing.



"Aduh aku tak mengerti dengan jalan pikiran mereka" Gumam Jever "Dah lah Gha gua balik"



Setelah Jever meninggalkan tempat, Agha duduk berhadapan dengan Ray. Hubungan mereka ini sangat unik, di sisi lain Ray adalah adik tiri Agha namun secara bersamaan merupakan iparan. Sebelum ibu Ray meninggal, wanita itu pernah menjadi istri ke dua papa nya Agha. Kedua anak laki laki ini kerap kali bertengkar kemudian berbaikan kembali.




"Baik, kabar adik dan keponakan ku gimana?"



"Hanya istri dan anak ku saja yang kau tanyain? kau tidak mengkhawatirkan ku bang?"



"Untuk apa? Aku bahkan bisa melihat tampang mu dengan jalas di sini"



"Dasar tidak romantis"

__ADS_1



"Jijik romantis romantisan dengan mu" Celetuk Agha membuat Ray tertawa, hal ini sudah biasa menurut nya.


.


.


Beberapa waktu kemudian pesawat pun lepas landas menuju California, semua berjalan dengan mulus tanpa halangan apapun. Setelah sampai tujuan, Agha ikut adik iparnya ke rumah nya.



"Kakaaa"



Yara melompat ke pelukan kaka nya yang baru saja datang, Walaupun sudah punya anak Yara tatap lah Yara, dia tidak berubah sama sekali.



"Apa kau begitu betah di sini sampai tak mau kembali hmm?" Tanya Agha membalas pelukan adik nya.



"Hehe bukan begitu, lagian bulan depan kami bakal balik kok, iyakan kak Ray"



"Iya sayang, heh bang jangan peluk istri ku lama lama" Kata Ray sambil menarik Yara.



Agha menggeram kesal di buat nya, Ray selalu saja berhasil membuat nya menahan geram, pantas saja mereka sering berkelahi.



"Yara kenapa kau menyukai bucah tengil ini"



"Aku juga tidak tau kak"

__ADS_1



TBC.


__ADS_2