I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 79. Obsesi wanita


__ADS_3

Di luar sungguh bising, keributan yang di ciptakan Herna selalu membuat Agha enggan keluar. Wanita itu benar benar gila, sebut saja dia teropbesesi dengan Agha.


"Keluar kau Gha!" Teriak nya. Para pekerja pria di rumah ini terus menarik Herna, tapi wanita itu memeluk tiang megah dengan sangat erat. "Kenapa kau mencampakkan ku? bukan kah kau mencintai ku?, kalau kau masih berharap dengan istri mu itu maka aku akan membunuh nya"


Ancaman yang sangat memuakan itu selalu saja keluar dari mulut Herna, wanita gila itu berucap seakan ia akan benar benar membunuh.


"Nona ayo keluar"


"Kalian ini kenapa? aku nyonya di rumah ini, kalian ingin di pecat hah!"


"Anda bukan nyonya di rumah ini"


Geram dengan tingkah Herna, mereka pun menarik paksa wanita itu tak perduli dengan luka Herna akibat seretan mereka.


Agha bernapas lega kerna tak mendengar suara teriakan Herna lagi, hidup nya seakan di teror oleh wanita itu. Surainya ia acak acak kerna merasa sangat bodoh, ia tau ia salah kerna dia yang membawa Herna dan ia juga yang mengusir nya.


"Aku benar benar brengsek, maafkan aku" Tentu saja Agha menyadari bahwa dia menyakiti tiga wanita sekaligus, dan sekarang dia sendiri.

__ADS_1


Saat dia memejamkan mata, bayangan Theo dan Delly menjadi hayalan terfavorit untuk nya, ia menginginkan sosok itu, kebahagiaan sesaat yang hanya ada di dalam mimpinya.


Agha mengambil handphone nya, ia berniat memasan tiket pesawat untuk mengunjungi putranya Lewis.


Setelah selesai ia pun bergumam sendiri "Aneh, kenapa Silvie selalu membatasi ku untuk bertemu Lewis?"


Mau kemanapun Silvie menyembunyikan Lewis tetap saja Agha akan mengetahui keberadaan nya, kecerdasan Agha cukup untuk mencari jejak seseorang.


...***...


Kenakalan Lewis benar benar luar biasa, sekarang dia berani membawa pacar sesama jenis nya di hadapan Silvie, mungkin pacar nya terus menuntut untuk di perkenalkan.


"Iya ini pacar ku Frank, ibu jangan beritahu papa mama ya, kalau tidak aku akan kebur dari rumah bersama pacar ku" Ancam nya.


"Lewis kau gay!?, tidak boleh akhiri semuanya nak. Frank tolong menjauhlah dari putra ku" Silvie meminta Frank untuk mengerti tapi pemuda itu hanya diam saja.


"IBU! kami saling mencintai, jangan pernah berpikir untuk memisahkan kami. Ayo sayang kita ke kamar ku saja"

__ADS_1


"Permisi tante" Kata Frank sambil numpang lewat mengikuti langkah Lewis.


Silvie terduduk lemas, pusing di kepala nya semakin kuat membuat pandangan menjadi buram lalu kemudian pingsan.


"Silvie!" Teriak Meti melihat keadaan anak nya yang terkulai di lantai. Wanita tua itu tidak berdaya untuk menopang nya, ia menelpon ambulan untuk segera menjemput.


"Lewis ibu mu pingsan, ayo kita kerumah sakit" Teriak Meti.


"Aku tidak perduli" Balas Lewis dengan suara yang keras.


Meti menangisi tingkah kurang ajar cucu nya itu, seandainya Silvie tak mencegah nya. Mungkin Lewis sekarang sudah berada di tangan Agha.


Kemudian para pihak rumah sakit pun datang, Meti ikut bersama mereka melupakan pasangan Gay di rumah tersebut bermesraan dengan cara yang menjijikan.


"Lewis kau keterlaluan pada ibu mu" Tegur Frank.


"Dia bukan ibu kandung ku, lagian dia terlalu cerewet aku benci itu"

__ADS_1


Frank terdiam melihat tingkah kekasih nya, dia tidak tau harus berkata apa pada Lewis.


Tbc.


__ADS_2