
Kini berita di seluruh saluran TV menyebutkan nama Agha sebagai pihak yang tidak bersalah, di sosial media yang sempat menghujat Agha pun pada menyesal dan minta maaf di akun pribadi mereka masing masing.
Di balik itu semua, Agha di lantik sebagai ketua Detective yang baru menggantikan Efrito. Akhirnya setelah sekian lama kerja keras Agha terbayar tunai.
Aku tengah memasak dengan hati gembira, hari ini kami akan merayakan keberhasilan Agha dengan makan besar bersama. Sebelum nya aku sudah menghubungi Agha untuk pulang cepat, keluarga mertua ku juga akan datang nanti malam.
"Buk siapkan bahan, kita akan membuat kue dan puding setelah ini" Titah ku, para Maid juga tampak bersemangat.
Pukul enak sore semuanya sudah selesai, jangan tanyakan Silvie kemana, wanita itu tidak ada membantu sama sekali kecuali sibuk merutuki orang orang di sosial media yang memuji Delly.
"Selain cantik Delly juga pemberani"
"Aku lihat reaksi istri pertama nya, ahaha sangat lucu, pasti dia sedang terbakar api cemburu"
Kira kira begitulah hal ia baca, Delly mendadak viral dan banyak mendapat respon positif dari pada netijen.
"Delly Delly Delly terus! apakah mereka tidak sadar kalau wanita yang mereka puji itu seorang pelakor!" Marah Silvie, sepertinya dia lupa kalau dia sendiri lah yang mendorong Delly untuk bersedia menikah dengan suaminya.
Agha baru saja pulang dari kantor, ternyata seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di meja makan sambil bersands gurau.
"Lah kalian semua ngapain di sini?" Tanya nya bingung
"Kami datang atas undangan Delly nak, dia bilang untuk merayakan keberhasilan mu" Kata Calvin
"Delly nya mana?"
"Di kamar, katanya mau mandi dulu. Bentar lagi jam makan malam kau bersihkanlah dirimu"
__ADS_1
Agha pun beranjak dari sana, niat nya ingin mencari Delly. Setelah sampai di kamar Delly ternyata istrinya tengah menyisir rambut.
"Dell"
Aku menoleh, dan melihat suami ku tengah berada di ambang pintu.
"Eh abang, cepat mandi gih"
"Kau yang merencanakan semua ini?"
"Apa nya?"
"Ehehe iya, gimana? abang senang gak?"
"Abang rasa tidak perlu di rayakan"
Ingin sekali ku tabok mulut nya itu, setelah aku capek capek menyiapkan semua nya, bisa bisa nya dia mengatakan hal yang kejam itu.
"Abang tidak suka?"
__ADS_1
"Tidak, bukan begitu maksud abang"
Melihat wajah ku yang tiba tiba berubah jadi kecewa, Agha pun memeluk ku dari belakang sembari menciumi kepala ku.
"Abang suka kok, yaudah abang mandi dulu ya" Katanya pasrah.
Bukan apa apa, hanya saja Agha tidak pernah di buat perayaan seperti bahkan saat ia lulus sarjana. Mungkin dia sedikit malu kernanya.
Pukul tujuh malam barulah kami memulai acara makan kami, aku juga mengundang Javer dan Dario kerna mereka teman dekat Agha sekaligus orang yang banyak berkorban demi Agha.
Padahal suasana sedang gembira, namun Agha dan juga Raya sibuk bertengkar, tak ada satupun di antara mereka yang mau ngalah, bahkan sampai adu tinju.
"Astaga mereka mulai lagi" Kata Yara.
"Tidak apa apa mereka di biarkan seperti itu?" Tanya ku.
"Tidak apa kak, ini sudah menjadi tradisi mereka berdua kalau berjumpa"
Entah apa yang lucu tapi mereka semua tertawa, sepertinya benar, pasti mereka sudah terbiasa melihat hal seperti ini. Agha dan Ray akan lupa umur kalau sedang bertengkar, ocehan mereka sangat kekanak-kanakan.
Tbc.
__ADS_1