I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 92


__ADS_3

"Lewis" Panggilku setelah 15 menit membiarkannya dengan Frank.


Dia menoleh, bisa ku lihat tidak ada tatapan rindu di matanya, apa aku sepenuhnya sudah tidak penting baginya?, tidak apa apa mungkin ini memang salah ku.


"Mama, apa kabar ma" Ucapnya dengan canggung.


"Maaf" Kata ku merasa sedih dengan keadaan yang seperti orang asing ini.


"U-untuk apa?"


"Mama tidak pernah mengunjungi mu selama ini"


"Tidak apa apa, ibu Silvie menjaga ku dengan baik kok, aku juga selalu menurut dengan nya dan juga nenek"


Sepertinya anak ini tidak jujur, baiklah aku akan sedikit mengetes kejujuran nya. "Frank ini teman mu kan?"


"Iya dia teman baik ku mah"


"Teman seperti apa maksud mu? lihatlah bahkan genggaman tangan kalian belum lepas" Ucap ku dalam hati menahan diri untuk tidak memisahkan mereka sekarang.


Seminggu kemudian..


Keadaan Lewis sudah semakin baik, dia belum mengetahui apapun tentang Silvie, dia hanya menanyakan sekali tentang Silvie tapi setelah nya tidak ada lagi, waktu itu saat dia bertanya yang kami jawab Silvie berada di Indonesia, memang benar bukan? hanya saja dia tertanam di dalam tanah.


Perdebatan sedang terjadi menjelang kami keluar dari rumah sakit, Lewis memberontak tak ingin pulang.


"Kita tidak ada keluarga lagi di sini, Ibu dan nenek mu sudah di Indonesia. Dengan siapa kau tinggal di sini" Ujar ku.

__ADS_1


"Dengan Frank, aku akan tinggal dengan nya"


"Kau hanya akan jadi beban di keluarga Frank, ayo kita pulang"


"Tidak mau!"


"Lewis!" Tegas Agha, membuat anak itu takut tak berkutik. Sedangkan Frank menangis dalam diam melihat Lewis sesugukan tak berani melawan papa nya.


Ku tepuk pelan pundak Frank, lalu aku berbisik. "Seandainya kalian hanya sebatas teman maka aku akan sangat berterimakasih dengan mu, maafkan kami dan lupakan lah Lewis, kau harus hidup normal, cintai lah seorang gadis. Setelah itu kau bisa bertemu dengan Lewis lagi sebagai kenalan bukan sebagai sepasang kekasih"




Di bandara Lewis dan Frank saling berpamitan, kedua pemuda itu saling menunpahkan air mata. Aku jadi sedih melihat nya, tapi mau bagaimana pun mereka tidak bisa ku terima sebagai sepasang kekasih, tidak hanya aku mungkin keluarga kami juga.




"Tidak apa apa Lewis, aku akan mencari cara untuk kita berdua, tunggu aku ya aku akan datang menjemput mu"



"Kau janji"


__ADS_1


"Aku janji"



Mereka kemudian saling berpelukan, aku tidak tau apa yang mereka bicarakan, tapi tampak nya Lewis lebih tenang.



Jadwal penerbangan ku sebentar lagi, jadi aku akan pamit terlebih dahulu dengan Lewis dan juga Agha. "Nak mama pergi dulu, kau baik baiklah dengan papa mu. Nanti mama akan mengunjungi mu lagi"



"Bersama adik?"



"Shutt" Ku tutup langsung mulut Lewis, ku harap Agha tidak dengar, tapi apa apaan tatapan nya itu?. "Anak tetangga ku" Ucap ku pada nya.



Dia tersenyum kecil, aku tidak tau arti senyuman itu, aku semakin terintimidasi dan ingin cepat cepat pergi. "Yaudah bang aku pergi ya, sampai jumpa. Tolong jaga anak ku baik baik"



"Iya kau juga tolong jaga anak bungsu ku baik baik, berikan buku ini pada Theo dia pasti menyukai nya" Jawab Agha santai, mata ku membulat sempurna, aku ingin menyangkal nya tapi Agha terlebih dahulu menarik Lewis pergi dari hadapan ku, tinggalah aku yang mematung di sini.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2