I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 67. Demi kebahagiaan nya


__ADS_3

Aku berada di rumah sakit kerna ikut mengantar tuan Fred, sekalian aku ingin melihat Herna dan Agha.


Saat aku duduk di kursi tunggu tepatnya di samping Agha yang tertunduk, hati ku berdenyut ngilu kerna pria itu tidak memperdulikan ku.


"Bang?"


Dia mendongak, air matanya begitu deras tapi tatapan kemarahan ia lemparkan pada ku.


"Waktu itu kau ke bar untuk bertemu dengan Fred kan?"


"A-aku"


"Jangan menghindar, setelah malam itu aku mencari tau dengan siapa kau bertemu, kau yang merencanakan hal ini kan?"


Agha mencekram bahu ku begitu keras, bahkan sedikit noda pdarah terlihat di baju putih ku, tidak begitu sakit kerna hati ku lah yang lebih sakit.


"Iya memang aku, jadi Abang pilih aku atau Herna?"


"Kalau aku jawab Herna memang nya kenapa?"


Jawaban yang sangat sakit, aku tersenyum sambil menghapus air mata ku, aku berdiri lalu pergi meninggalkan Agha sendiri di sana.


Aku berada di kamar mayat, aku menangis di sana, rasa takut hilang kerna rasa sakit, tidak perduli di manapun itu, yang jelas aku ingin menumpahkan air mata ku terlebih dahulu.


Drrrt..Drrrt


HP ku berbunyi, sebuah nama yang tertera di sana membuat mata ku semakin panas.

__ADS_1


"Kaak~"


"Halo Dell, kau menangis?" Tanya Silvie mendengar isakan ku.


"Bang Agha kak.."


"Kenapa Agha?"


Kerna sudah tidak tahan aku pun menceritakan semuanya pada Silvie, bahkan tentang masa lalu Herna dan Agha.


"Dell"


"Maaf kak, aku gagal menghalau wanita itu. Seharusnya aku ceritakan ini saat kaka sembuh nanti, kaka jangan banyak pikiran ya, fokus saja dengan kesehatan kaka"


"Jangan tangisi dia Dell" Suara Silvie begitu datar dan dingin, sepertinya wanita ini ikut marah.


"Tinggal kan dia"


"A-apa?"


"Dia memilih Herna dari pada kau, kau tau? Sebenarnya aku sudah tidak mencintai Agha lagi, maka dari itu aku membiarkan kau terus bersamanya. Aku sudah lelah berjuang untuk nya, tapi hati pria itu tetap untuk orang lain, mungkin kebahagiaan Agha memang bersama Herna"


Aku mencerna apa yang di katakan Silvie, sepertinya memang sudah saat nya aku menyerah. Agha sudah menemukan kebahagiaan nya, waktu nya untuk kami pergi.


"Kak aku titip Lewis ya"


"Kau mau kemana?"

__ADS_1


"Ke negara asal ku, sudah lama aku tidak melihat orang tua ku, mereka apa kabar ya?"


"Pada akhirnya kau tetap pulang ke orang tua mu ya, kau tenang saja tentang Lewis"


"Terimakasih kak"


"Aku yang seharusnya berterima kasih, terimakasih sudah membiarkan Lewis untuk bersama ku, kau tau? Dia adalah satu satu nya harapan dan kebahagiaan ku"


Aku merasa sedikit lebih baik setelah berbicara dengan Silvie, aku keluar dari kamar mayat menuju kamar rawat inap milik tuan Fred.


"Tuan Fred, apa anda sudah merasa lebih baik?"


"Oh nona Delly kau datang, silakan duduk nona"


"Hmm sepertinya aku akan menyerah pada Agha"


"Aku sudah memikirkan hal yang sama, kalau begitu mari sama sama kita biarkan mereka berdua bahagia"


"Ah iya, ini buah buahan untuk mu tuan Fred, sebenarnya aku ke sini sekalian untuk berpamitan"


"Anda mau pergi?"


"Hemm, aku akan mencoba mengikhlaskan semua nya"


Aku dan tuan Fred bernasib sama dalam percintaan, kami sepakat untuk membiarkan pasangan kami untuk bersama.


"Semoga hidup mu lebih berwarna setelah ini bang Agha, aku akan pergi bersama anak mu di dalam sini" Ucap ku dalam hati, Agha tidak mengetahui tentang kehamilan ini, padahal aku sempat ingin memberikan kejutan, tapi sayang nya tidak jadi.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2