I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 52


__ADS_3

Pukul enam sore, terdengar suara mobil yang sangat familier ini dari dapur. Delly pun berlari menyambut kepulangan suaminya.


Greb.


Baru saja Agha memasuki pintu Delly langsung memeluknya, diam-diam ia terisak dalam dekapan sang suami.


“Serindu itu kau denganku? Aku baru dua hari tidak pulang,” kekeh Agha sembari mengelus surai Delly lembut.


Delly menghapus sisa air matanya lalu mendongak menatap wajah Agha sendu. “Bang malam ini abang tidur dengan kak Silvie, ya?”


Agha terheran, tak biasanya Delly melempar Agha ke istri pertamanya itu. “Silvie yang minta?” tanya Agha memastikan.


“Aku yang minta, temani dia bang, kak Silvie butuh sandaran yang kokoh sekarang.”


“Apa maksudmu Dell? Biasanya juga Silvie maunya tidur dengan Lewis.”


“Ada banyak sekali yang mengganggu pikiranku hari ini, tapi untuk sekarang temuilah dulu kak Silvie.”


Agha membawa Delly duduk di sofa karena tadi mereka berpelukan dalam keadaan berdiri.


“Silvie kenapa?” tanyanya.


“Kak Silvie sakit bang, dia terkena tumor otak stadium awal.”


Mata Agha sempat membulat tadi, namun tidak berlangsung lama ekspresinya kembali santai. Delly bertanya tanya kenapa suaminya ini kejam sekali, tidak bisakah dia menunjukkan ekspresi sedih?


“Abang mandi dulu.” Agha pun pergi menaiki tangga menuju kamar Delly mungkin, karena baju-bajunya ada di kamar Delly.



Saat makan malam, Silvie sibuk mengurusi Lewis, padahal tadi Delly sudah bilang untuk di kamar saja, biar pelayan mengantar makanan ke kamarnya Silvie, tapi Silvie bilang pusing di kepalanya sudah hilang.


__ADS_1


Dibandingkan terlihat seperti istri Agha, Silvie lebih dominan terlihat seperti pengasuh Lewis, entah hanya Delly yang melihat seperti itu atau orang lain juga sama.



“Abang sudah bicara sama kak Silvie tadi?” bisik Delly pada Agha.



“Belum, nanti saja pas mau tidur, kan tadi kamu suruh abang tidur dengannya.”



Delly menepuk jidatnya sendiri dengan kelakuan suami kakunya itu. “Habis makan ini bicaralah dengannya ya, kalian bisa tidur bertiga dengan Lewis. Sekalian ajari Lewis mengerjakan PR-nya.”



“Iya-iya.”




“Makan saja kau yang banyak anak kecil, jangan campuri urusan orang tua, ” gemas Silvie dengan menyebit pipi cantik Lewis.



Kalau sedang melihat Lewis rasanya seperti seorang Delly versi rambut pendek dan mini, tapi kalian harus ingat kalau dia itu laki-laki. Hanya alisnya saja yang mirip Agha.



Ting~


__ADS_1


Sebuah pesan masuk ke ponsel Delly, ini adalah pesan yang ia tunggu-tunggu sejak tadi.



\[Alamat jalan xx no 029,\] isi pesan itu.



“Ohh lumayan dekat juga,” gumamnya setelah mencocokkan dengan goggle map.



Selagi Agha di kamar Silvie, Delly pun secara diam-diam pergi. Jika Delly izin maka berbagai macam pertanyaan Agha lontarkan mengingat sudah pukul setengah sembilan malam.



Delly selalu setia dengan motor scoopy yang selalu menjadi andalannya, setelah memasuki gang xx ia sibuk celingak-celinguk mencari alamat.



“Aku harus memastikannya sendiri, semoga saja Herna tidak mengharapkan bang Agha lagi.”



Ada alasan kenapa Delly ingin menemuinya malam-malam, itu karena pikiran wanita itu yang tidak bisa tenang terus memikirkan Herna, ia harap semua kecemasannya hanya sekedar kecemasan kosong.



Setelah terus menelusuri, Delly pun berhenti di depan rumah minimalis yang sedikit usang.



“Ini rumahnya atau kontrakan miliknya?”

__ADS_1



TBC.


__ADS_2