
Tak tak tak
Aku terengah engah beristirahat di bawah pohon, aku sangat lelah habis berlarian kabur dari tempat yang berbahaya.
"Huh aku selamat" Ucap ku yang menyadari aku sudah berada di jalan aspal jauh dari gang jalan tanah sebelum nya.
TIN
Aku terperanjat keget oleh suara klakson mobil yang berhenti di dekat ku, jendela mobil itu pun terbuka menampakkan Agha di dalam nya.
"Masuk" Kata Agha memerintah, tak berbasa basi lagi aku pun langsung masuk duduk di kursi belakang.
"Huh~" Aku bernapas lega kerna merasa aman.
"Kenapa duduk di belakang?"
"Eng? Gak apa apa bang pingin aja"
"Habis dari mana? Kayak nya capek banget"
"Jalan jalan sekitar komplek ini aja" Cengir ku, aky ragu ingin memberitahukan apa yang ku lihat tadi, entahlah tapi aku hanya merasa takut saja mengingat pekerjaan Agha yang terbilang memang bersangkutan.
Bukan nya bagus kalau di beritahu? Memang sih tapi kan nantinya aku akan terlibat jadi saksi, itu merepotkan aku tidak ingin terlibat dengan apapun, hidup ku sudah cukup melelahkan.
"Kita mau kemana bang?"
"Ke kantor abang"
"Hah! Tapi aku belum mandi"
"Gak apa apa, tetap cantik kok"
Blush... Seketika aku menunduk untuk menyembunyikan pipi merah ku yang tersipu malu, bisa bisa nya Agha berkata seperti itu tapi wajah nya tetap santai, untung saja aku duduk di belakang.
Sesampainya di kantor, aku langsung saja mandi, tadi di perjalanan mereka sempat singgah untuk membeli pakaian ganti.
"Dell" Panggil Agha di depan pintu kamar mandi.
__ADS_1
"Apa bang?"
"Masih lama?"
Aku langsung saja keluar kerna baru saja aku selesai memakai pakaian "Dah bang"
"Yaudah yok pergi" Ajak Agha langsung menarik tangan ku keluar ruangannya
"Mau kemana emang nya?"
"Ikut aja"
Setelah nya pun kami pergi dengan beberapa mobil yang mengikuti dari belakang meninggalkan halaman kantor menuju ke suatu tempat.
Pukul 12.15, Silvie baru saja sampai ke kantor Agha dengan membawa rantang di tangan nya.
"Pak Agha pergi tadi mbak"
"Udah lama?"
"Dari jam sepuluhan lah mbak"
"Jadi kapan balik nya?"
__ADS_1
"Mungkin Sore"
Wajah Silvie berubah jadi raut kecewa, padahal tadi pagi dia sudah bilang pada Agha kalau dia akan datang, tapi Agha nya malah pergi sebelum dirinya datang.
Di lihat nya rantang yang ia bawa, terlihat menyedihkan dan sia sia "Yaudah pak makasih" Katanya lalu kemudian masuk kembali ke dalam mobil dan pergi.
"Tumben banget dia datang, biasanya juga mbak Delly. Oh iya kan tadi pak Agha dengan mbak Delly kan" Gumam Security.
.
.
Sampai di rumah Silvie langsung memberikan rantang yang ia bawa tadi ke pelayanan, pelayan yang penasaran kenapa isinya masih utuh memilih bungkam kerna melihat ekpresi Silvie yang tidak mengenakkan.
"Delly udah pulang?" Tanya nya.
"Belum nyonya"
"Tuh anak nyasar kali ya? Dari tadi belum juga balik. Terserah deh aku capek paling nantik juga nongol sendiri" Silvie melangkah kan kaki nya dengan sebal, rasanya ingin mengamuk saja sekarang. Ingin perhatian tapi di abaikan, naas sekali nasib nya.
Tbc.
__ADS_1
**Yok lah jangan pelit pelit like and coment, geratis kok gak bayar. Jangan menyelonong aja langsung lanjut! Anggap aja bayar parkir, et dah susah amat, jempol nya masih sehat kan**?.