I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 09


__ADS_3

Menghabiskan waktu dua puluh menit untuk mereka sampai di depan kantor Agha. Setelah turun dari motor si maid pun sekali lagi memperingati Delly.


“Hati hati non di marahi tuan”


“Tidak apa buk saya udah biasa di marahi”


“Eng tapi saya yakin tuan gak bakal marah kalau sama nona”


“Benarkah? Kalau gitu aku masuk aja dulu ya buk”


“Em iya non”


Kehadiran Delly menarik perhatian mereka, di antaranya menanyakan keperluan Delly, Gadis itu menjawab kalau dia mencari Agha. Seorang polisi dengan baik hatinya mengantar Delly hingga sampai ke depan pintu ruangan Agha.


“Terimakasih pak” Ucap Delly kemudian bapak polisi itu pun pergi.


Kreek~~


Saat Delly masuk terlihat lah Agha yang sibuk dengan tumpukan kertas di depan nya. Agha sangat tampan dengan kaca mata yang bertengger di hidung mancung nya.


“Bang”


Agha menoleh ke arah sumber suara


“Delly kenapa kau di sini?” Tanya nya.


“Ini makan siang buat abang”


Agha melirik jam yang sudah hampir jam dua, ia membuang napas nya kasar sembari memijit kening.


“Abang udah makan Del, buat kamu aja”


“Abang beli sendiri?”

__ADS_1


“Enggak, di beliin teman tadi”


“Aku telat ya? Maaf ya bang”


“Bukan salah kamu”


“Bang Agha gak galak pun, kenapa para pelayan takut?” Ucap nya dalam hati, Delly sampai ke sini juga kerna para pelayan yang meminta nya. Tapi lihatlah, bahkan nada suara Agha normal saja.


Sebelum keluar Delly mengintip dari jendela, ternyata maid yang bersama nya tadi entah hilang ke mana.


“Lah buk pelayan kemana? Terus aku pulang nya gimana?”


“Udah sama abang aja nanti, tapi jam 5 sore”


“Ok”


Delly beralih duduk di sofa yang tersedia, di bukanya bekal yang ia bawa tadi lalu melahap nya begitu saja.


“Kamu belum makan siang ya Dell?” Tanya Agha memperhatikan ku.


“Terus kenapa makan lagi? Masih lapar?”


“Enggak juga”


“Terus?”


“Sayang aja, nanti basi kalau gak di makan cepat” Kata Delly dengan mulut penuh.


Agha terkekeh, setidaknya sekarang ia merasa lebih santai di banding kan tadi sebelum datang nya Delly. Sedikit terhibur juga melihat Delly yang memaksa perut nya sendiri itu.


Agha pun beranjak ikut duduk di sofa padahal sebelum nya pantat nya belum lepas dari kursi kerja nya itu.


“Eng?” Heran nya, ketika melihat Agha sudah duduk tepat di samping nya.

__ADS_1


“Abang mau juga” Ujar nya kemudian berbagi sendok dengan Delly, hal ini membuat mata Delly membulat tidak percaya kerna Agha mau makan satu sendok dengannya.


“Bang itu sendok bekas aku”


“Gak apa apa, lagian gak beracun kan?”


“Tadi katanya udah kenyang?”


“Kapan? Perasaan abang gak ada bilang kayak gitu“


Delly kembali mengingat, yang benar saja apa yang di katakan Agha memang benar.


10 menit kemudian..


Kini mereka duduk santai, Agha benar benar melupakan pekerjaan nya dan memilih istirahat di sofa.


“Dah berapa lama abang nikah sama kak Silvie?” Dia mencoba berbasa basi.


“2 tahun”


“Dua tahun? Terus anak nya mana?” Ucap nya dalam hati, tak berani bertanya kerna takut menyinggung.


“Kenapa nanya hal itu?” Tanya Agha


“Gak ada sih penasaran aja”


“Oh”


Selanjutnya hanya ada kecanggungan saja yang ia rasakan, Agha tak bergerak dari samping nya membuat Delly sedikit gusar, untuk beranjak saja gadis itu takut, takut Agha mengira kalau aku tidak nyaman duduk di samping nya, walaupun kebenarannya emang seperti itu.


“Abang gak lanjut kerja? Tuh kertas berserak banget di meja” Secara halus Delly mencoba mengusir Agha.


“Nanti saja” Jawab Agha.

__ADS_1


Delly tersenyum kikuk merespon tanggapan Agha, bahkan pria itu tampak ingin memejamkan mata. Jadi patung lah Delly.


Tbc.


__ADS_2