I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 34. Kebenaran


__ADS_3

Mama Reva tampak khawatir ketika melihat ku yang bersiap berangkat ke sarang Efrito. Sidang ulang akan di laksanakan lima hari lagi, aku harus bergerak cepat.


"Delly kau yakin?"


"Mah jangan khawatir, aku tidak sendiri"


Ya aku pergi tidak sendiri, ada Dario dan Ray adik tirinya Agha yang ikut membantu.


"Mah jangan khwatir ada Ray bersama kak Delly, aku yakin suamiku akan menjaga nya dengan baik, iyakan sayang" Ini Yara yang berbicara, dia dan suaminya baru sampai semalam.


Sebelum pergi Ray mengecup kening istrinya sekilas, aku iri dengan pasangan itu. Dalam benak ku ingin sekali di perlakuan seperti itu dengan Agha.


Setelah berpamitan baru lah kami pergi, hanya bertiga saja. Aku ikut kerna aku lah yang tau tempat nya.


...***...


Tibalah hari persidangan, Reva dan Calvin tengah khwatir kerna Delly, Ray dan Dario belum juga kembali. Sedangkan di depan sana pengacara sedang beradu argumen dengan pengacara lain.


Pengacara yang Delly sewa di serang bertubi tubi, sampai akhir hakim berbicara.


"Terdakwa tetap di nyatakan bersalah, dengan ini hukuman pidana mati akan di teruskan" Hakim mengambil palu lalu ingin mengetuk sebagai putusan akhir


Tok


Tok

__ADS_1


"TUNGGU!"


Sebelum ketukan ketiga aku datang sendiri melangkah masuk dan di perkenalkan sebagai saksi oleh pengacara yang ku sewa.


"Yang mulia saya memiliki bukti nya"


Hakim memberikan ku kesempatan untuk menunjukkan bukti, proyektor pun di nyalakan terlihat jelas rekaman orang plus pembicaraan mereka tentang penyeludupan serta lokasinya.


"Itu-" Gumam Agha melihat rekaman yang selama ini ia cari.


"I-ini palsu yang mulia! dia pasti mengedit nya" Sanggah Efrito.


"Benarkah?"


"Dario, Ray" Panggil ku, kedua pria itu pun datang dengan menyeret beberapa orang.


"Mereka adalah rekan rekan dari bapak Efrito, yang masih muda itu bernama moran, dia datang ke rumah kami pada tanggal 7 Oktober lalu untuk menanyakan flashdisk yang terjatuh"


Aku pun menunjukkan rekaman CCTV rumah yang memperlihatkan diriku dan juga moran terpampang jelas di rekaman itu, video yang memperlihatkan aku yang memberikan flashdisk serta perkenalan kami.


Akupun menceritakan asal usul kenapa bisa aku mendapatkan flashdisk itu serta menemukan markas persembunyian mereka.


Tak lama kemudian panggilan Vc pun terhubung, ada Javer dan juga rekan rekan polisi tengah menggeledah tempat persembunyian Efrito. Javer memperlihatkan semua bukti yang ada di tempat itu.


Perlu kalian tau Javer sadar tiga hari yang lalu dan menawarkan untuk ikut bergabung.

__ADS_1


Setelah menunjukkan semua bukti itu pun, Agha di bebaskan dari tuduhan. Sedangkan Efrito menggantikan Agha mendapatkan pidana mati sedangkan rekan yang lain nya di penjara Seumur hidup.


Tok


Tok


Tok


Tiga ketukan palu hakim berbunyi, itu artinya keputusan sudah bulat dan sidang pun selesai.


"Banggg.." Aku berlari memeluk suami ku.


"Aku tak mau jadi janda bang" Ucap ku membuat nya terkekeh.


"Dell" Panggil nya.


"Iya"


Cup~


Agha mengecup bibir ku, oh astaga aku malu sekali, banyak sekali mata yang memandang kami.


"Terimakasih" Lanjut nya memeluk ku.


"Mah kaka ipar hebat sekali, aku ngefans dengan nya. Lihatlah aksi berani nya tadi" Ucap Yara sambil menitikkan air mata nya.

__ADS_1


Sedangkan Silvie terbakar api cemburu, rasa takut nya kian membesar apalagi di kala Delly lah yang berhasil menyelamatkan Agha.


Tbc.


__ADS_2