
Di sini Lewis dan Theo duduk di karpet bulu, Theo tampak senang dengan tumpukan mainan yang terhambur di sekitar nya.
"Cukup repot ya berbicara melalui goggle seperti ini" Keluh Lewis sambil memperhatikan adik nya mengotak atik rubik 8x8 yang bahkan Lewis belum pernah menyelesaikan nya.
"Finish" Teriak Theo membuat mata Lewis membulat sempurna.
"W-waw bagaimana bisa?"
"this is easy, selanjutnya aku akan belajar bahasa kaka"
"Iya nanti juga kau pasti akan terbiasa, tapi rubik itu? Waw Theo kau sangat pintar" Lewis kagum dengan adik nya sendiri, setidaknya kerna Theo dia tidak melamun untuk sementara.
"Aku harus pintar untuk jadi detektif bang"
"Jadi detektif seperti papa?"
"Iya, papa janji akan bawa aku ikut dia kerja, aku akan belajar secara langsung dari ahlinya ehehe"
"Howek merepotkan sekali" Membayangkan nya saja Lewis sudah tak mampu jika harus menguras otak seperti impian Theo juga pekerjaan papanya.
"Abang mau jadi apa?"
"Di rumah aja ngurus rumah"
"Laki laki tu harus kerja, yang di rumah itu perempuan" Ujar Theo membuat Lewis langsung tersinggung namun pemuda kecil itu tidak tau apa apa bahkan tak menyadari perubahan ekpresi abangnya kerna asik dengan mainan.
Setelah makan malam Agha langsung menyandra Theo di kamar nya, katanya dia malam ini ingin tidur dengan Theo.
"Theo panggil mama ke sini gih, tapi jangan bilang kalau papa yang suruh" Hasut Agha pada putra bungsunya.
"Ok pah, Theo harus bilang apa ke mama?"
__ADS_1
"Bilang kalau Theo pingin tidur dengan papa mama, kalau mama tidak mau Theo nangis aja pokoknya sampe mama mau"
"Ok pah, kalau gitu Theo panggil mama dulu"
Setelah Theo pergi keluar Agha cekikikan sendiri di atas ranjang, sedangkan Theo dengan polosnya mengikuti printah papanya. Theo sampai di depan kamar Delly lalu mengetuk nya.
Tok tok tok
"Mama ini Theo buka pintu nya"
"Ayo ikut Theo mah, Theo mau tidur dengan mama papa"
"Hah? enggak! Theo aja sendiri"
"Kenapa? mama tidak mau ya?~" Anak ini memulai acting nya, dia sudah siap dengan air mata yang sudah hampir jatuh. Delly keheranan tidak biasanya Theo secengeng ini.
"Theo apa kau ingin menangis?"
__ADS_1
"Huaaa~~" Teriakan suara tangisan pun membuat Delly kebingungan. Berusaha ia mendiamkan Theo namun anak ini benar benar bertingkah tidak seperti biasanya.
"Huh! iya iya, cepatlah" Pada akhirnya Delly menyerah, dengan langkah ragu dia menuju kamar Agha.
Kreek~
Dia pun masuk, terlihat di sana Agha tengah berbaring santai dengan buku di tangan nya.
"Eh Dell ada apa?" Ujarnya pura pura terkejut sembari memberikan kedipan pada Theo.
"Ayo ma" Theo manarik tangan Delly untuk lebih dekat dengan ranjang.
"Jangan salah paham ya bang, ini permintaan Theo bukan maksud aku ingin tidur dengan mu" Delly langsung berbering membelakangi kedua pria yang saling ber tos tak bersuara.
Agha kembali berbisik dengan Theo dan bocah itu pun mengangguk paham lalu kembali bersura. "Ma hadap sini peluk aku" Katanya.
Yang di panggil pun berbalik dan tertegun ternyata Agha terlebih dahulu memeluk Theo dengan senyuman licik di bibir nya.
"*Ini semua pasti dia yang menghasut Theo*" Ucap nya dalam hati namun tetap menuruti permintaan Theo. Malam ini Agha menang, dia bisa memeluk Delly walaupun sedikit terhalang Theo yang berada di tengah.
__ADS_1
Tbc.