
Siapa yang tidak panas ketika melihat wanita asing begitu bebas di rumah sendiri? Apalagi wanita itu kekasih dari suami yang tak pernah ku dapatkan hati nya. Aku semakin ingin melempar wanita itu ke suami nya sendiri agar dia sadar pria yang di harapkannya sudah berkeluarga.
"Eh sepatu ini bagus gak sih?" Tanya nya pada seorang pembantu dengan menunjukkan gambar di hp nya.
"Bagus"
"Aku akan bilang pada Agha untuk membelikannya"
Mendengar nya saja sudah membuat ku ingin mencekik nya, diam ku di rumah ini terhadap nya benar benar membuat nya tidak tau diri.
"Sabar Dell, siang ini dia akan di seret pulang" Benak ku hanya terus berujar sabar, walaupun rasanya ingin menendang wanita itu.
"Eh Dell, kalian udah lama nikah kok gak punya anak ya?"
Sungguh aku tak ingin berbicara dengan nya, jadi aku diam saja dengan mata ku yang sibuk membaca menhwa.
"Aku gak apa apa kok, jadi istri ke dua nya nanti, yang penting aku yang jadi kesayangan nya Agha" Sambung nya lagi.
Aku terlewat malas, biarkan saja dia berangan angan, toh hari ini adalah hari terakhirnya di rumah ini. Dia tidak tau akan Silvie, entah kenapa Agha tidak memberitahu nya.
"Del-"
"Diam! Bisakah kau jangan mengganggu ku? mulut mu itu seperti cicitan burung, berisik banget!"
Aku pun pergi meninggalkan dia yang terdiam, ku lirik sedikit ke arah nya, ternyata dia mengepalkan tangan nya menahan geram pada ku.
Aku pergi ke luar untuk menemui penjaga gerbang, jarak nya emang cukup jauh mengingat halaman rumah ini yang sangat luas, aku memakai sepeda lewis untuk mencapai nya.
"Pak"
"Nona Delly, ada apa non?"
"Nanti kalau ada mobil dengan no plat ini, biarkan dia masuk ya, itu tamu ku"
__ADS_1
"Iya non"
Aku pun pergi ke halaman belakang rumah, di situ ada gasebo tempat biasanya aku duduk sendiri dengan HP dan buku tentu nya Aku tidak bekerja, makanya kegiatan ku di rumah ya itu itu saja.
"ENGGAK!! Lepasin aku sialan, aku gak mau ikut kau!"
Herna tengah di tarik tarik oleh Fred, para pembantu hanya bisa diam saja kerna mereka sudah ku suruh untuk tidak menghubungi Agha.
Herna menagis nangis ketika dirinya di seret oleh Fred dan dua anak buah nya yang ikut.
BUGH!
Fred tersungkur ke lantai kerna mendapat bogeman mentah dari Agha. Agha menari Herna menjauh dari Fred.
"Kau Fred?" Tanya Agha, jelas saja pria ini tau sebelum nya dia sudah mencari tau tentang Herna termasuk suami wanita itu.
__ADS_1
"Lah? Delly bilang dia tidak akan datang" Ucap Fred dalam hati. Ini tidak seperti apa yang ia rencanakan dengan Delly.
"Pergilah, Herna tidak ingin ikut dengan mu"
"Aku suaminya, kau jangan ikut campur"
"Padahal aku sudah memberikan kesempatan untuk pergi, tapi jika itu mau mu maka baiklah"
Selanjutnya terjadilah perkelahian tiga lawan satu, Agha sendiri berhasil mendominasi ke tiga orang itu hingga babak belur, tidak di ragukan, pengalaman bertarung Agha lebih banyak kerna pekerjaan nya yang sering terlibat dalam kekerasan.
Saat semuanya tumbang, Agha pergi menyelonong menghampiri Herna, ia tak menyadari sosok pria yang hampir terbaring lemas tengah memegang pistol di tangan nya.
Dan...
DOOR!
Tbc.
__ADS_1