
Pada akhirnya aku kembali menginjak tanah Indonesia lagi, tapi kali ini aku tidak sendiri, ada Theo dan juga ayah yang ikut. Dia bilang ingin berkenalan dengan menantu dan juga besan, tapi aku bingung bagaimana cara mereka berkomunikasi nanti kerna setauku mertua ku tidak bisa bahasa Mandarin begitu pula dengan ayah ku yang tak bisa bahasa Indonesia.
"Ayah" Sambut Agha menyalami ayah ku, ya dia sendiri lah yang menjemput kedatangan kami.
"Oh tampan sekali pemuda ini, aku baru pertama melihat mu secara langsung Agha"
Agha tersenyum kikuk, ingatan nya tentang misi menangkap mertuanya sendiri untuk di penjara menjadi bumerang yang membuat Agha jadi tidak enak hati. Dia melirik ku namun aku segera menoleh ke arah lain.
"Ayo yah masuk" Ucapnya sambil membukakan pintu mobil.
Theo tidak mau lepas dari Agha sejak pertama melihat Agha tadi, bahkan kini saat Agha menyetir pun dia duduk di pangkuan Agha.
Sesampainya di rumah aku tau apa yang ayah rasakan melihat megah nya rumah Agha, aku juga begitu dulu.
Kepala ku celingak celinguk mencari keberadaan Lewis, ku pikir dia akan menyambut kedatangan kami namun nyatanya tidak. "Mana Lewis?"
"Huh~ dia jadi pendiam dan jarang keluar kamar" Kata Agha merasa gagal menghibur anak nya.
"Ayah istirahat dulu ya" Ayah Mengikuti Agha yang membawa tas bawaannya, sedangkan aku dan Theo pergi menuju kamar Lewis.
Ku ketuk pintu itu pelan namun tidak ada jawaban jadi langsung saja aku masuk. "Lewis" Panggil ku ketika melihat anak itu hanya melamun.
"Mama" Ujar nya tersenyum tipis, tidak ada raut keterkejutan yang tergambar di wajah nya, ya Agha sudah memberitahu nya sih kalau aku bakal tinggal di rumah ini lagi.
__ADS_1
"Mama abang itu siapa?" Bisik Theo.
"Itu abang mu, sana sapa dia"
"Abang?"
"Halo Theo, sini main sama abang" Sapa Lewis terlebih dahulu, sedangkan Theo lingkung tak mengerti apa yang di katakan oleh Lewis.
"Adik mu tak bisa bahasa Indonesia Lew" Kekeh ku merasa lucu dengan ekspresi kedua putra ku yang ingin saking berbicara tapi tak tau bahasa.
"Jadi bagaimana cara aku berbicara dengan nya mah?" Kata Lewis.
"Iya pah"
"Theo sama abang dulu ya, papa ada urusan sebentar sama mama" Kata Agha kemudian menarik tangan ku pergi ke kamarnya. Aku tidak memberontak kerna takut anak ku melihat ketidakrukunan kami.
"Ada apa?"
"Kau sudah memaafkan ku?"
__ADS_1
"Iya sudah"
"Jadi malam ini kau tidur di sini kan dengan ku"
"Enggak lah! aku mau tidur sendiri. Bang aku sudah memaafkan mu tapi aku tak mau melayani mu lagi, kau tau kan aku kembali ke sini tuh demi Lewis"
"Dell aku mencintaimu, dulu hal ini kan yang selalu kau tanyakan"
"Kau memilih Herna dari pada aku"
"Aku menyesal"
"Aku tidak perduli, aku sudah terlanjur sakit hati sejak hari itu padahal aku cukup bersabar kerna terus abang gantung. Menerima abang kembali memberi ketakutan tersendiri bagiku"
"Aku tidak akan mengulangi nya lagi, ku mohon. Harus bagaimana lagi Dell aku membujuk mu?"
"Gak usah di bujuk, aku malas" Aku langsung keluar dari kamar itu, sungguh permintaan yang bikin makan hati.
Tbc.
__ADS_1