
Sudah dua jam aku berdiam diri di dalam mobil, perut ku sangat lapar kerna sejak pagi belom makan. Sedangkan Agha entah pergi kemana menyuruh ku untuk tidak keluar dari mobil.
"Astaga perut, sabar dulu kita gak bisa keluar pintu nya di kunci" Gumam ku sendiri.
Tak selang beberapa menit kemudian Agha pun terlihat dari jauh dengan beberapa orang yang mengobrol dengan nya, ia tampak berbicara dan beberapa orang nya lagi mendengarkan.
"Suasana di sana kayak nya sangat tegang, apa yang mereka bicarakan?"
seperdetik kemudian aku tersentak keget ketika melihat Agha memukul dua orang sekaligus, lalu kemudian ia berjalan mendekat ke mobil.
BRAK!
Pintu mobil di tutup kasar, kini Agha tepat berada di samping ku dengan wajah yang seperti menahan kesal.
"Kita pulang bang?" Tanya ku
"Sore nantik kita pulang"
"Astaga mengerikan sekali, kenapa dia memasang ekpresi seperti itu? Oh Tuhan aku sangat lapar, apa yang harus kulakukan? Aku takut dia marah kalau izin keluar" Ucap ku dalam hati.
Kemudian aku melirik ke arah Agha yang sibuk mengotak atik laptop nya, wajah serius nya seakan tak ingin di ganggu. Oleh sebab itu lah aku merasa segan sekarang.
Sementara itu di luar, Javer mengetuk ngetuk jendela kaca mobil, tapi aneh nya Agha tidak menanggapi dan sibuk sendiri.
"Bang itu teman mu manggil" Tegur ku
"Biarkan saja dia"
Aku semakin kasihan dengan Javer di luar sana, pria itu terus memanggil nama Agha.
"Bang bukain pintunya, mana tau penting"
__ADS_1
Deg!
Aku terdiam kerna mendapat tatapan dingin Agha, aku pun menunduk kan kepala.
Agha membuang napas nya kasar, ia tau sudah membuat ku takut.
Siiiiit~
Jendela kaca mobil pun di turunkan sedikit, hingga terdengar jelas lah suara Javer.
"Ada apa lagi?" Tanya nya
"Gha tolonglah Gha"
"Berisik! Kerjakan sendiri, kalian terlalu bergantung pada ku"
"Nona Delly yang cantik" Panggil Javer, Delly pun menoleh sambil tersenyum.
"Ada apa?"
Mual melihat wajah Javer, Agha menutup kembali kaca mobil.
"Emangnya ada apa sih bang?"
"Bukan apa apa, hanya saja kami kehilangan sesuatu yang seharusnya menjadi bukti kuat untuk memojokkan si tua bangka itu"
"Tua bangka" Gumam ku, aku tak mengerti siapa yang di maksud Agha.
"Menjadi detective susah ya?"
"Hmm"
__ADS_1
"Tenang bang pasti pelaku akan ketemu, iyakan?"
"Aku sudah tau dalang nya, hanya saja belum saat nya di ungkapkan kerna kekurangan bukti"
"Oh sudah ketemu ternyata, bang Agha keren banget hihi"
"Apa senyum senyum?" Tanya Agha ketika melihat ku senyum senyum sendiri.
"Hihi kenapa emang nya?"
"Aneh"
Drrt..Drrt.. Drrt
HP Agha berbunyi, setelah membaca nama kontak nya, Agha pun langsung mengangkat.
"Ada apa pak?"
"Agha! Berani beraninya kau bergerak sendiri!" Bentak Efrito
"Maaf Pak, bukan nya perintah sudah di turunkan?"
"Bukan begitu maksud ku! Kalian harus bergerak sesuai arahan ku, kau pikir kau siapa? Ingat aku ketua nya dalam tim ini! Jangan seenak nya seolah kau adalah ketua nya"
"Gimana ya pak? Mereka lebih patuh pada ku dari pada anda. Sudahlah, kami akan bekerja keras anda tinggal menunggu hasil nya saja. Lagian mengikuti perintah anda rasanya sangat bertele-tele"
"APA KATA MU!"
Tut~
Agha langsung mematikan sambungan secara sepihak. Mendengar ocehan Efrito membuat muaknya saja, lihat lah Agha sangat pembangkang sekarang.
__ADS_1
"Bang Agha gak takut di pecat apa?" Ucap ku dalam hati.
Tbc.