I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 49


__ADS_3

Sesampainya di kantor Agha, aku mengadukan segala keluh kesah ku terhadap anak yang tengah menelan nasi itu.


"Beli ini beli itu, kalau tak di turuti menangis lalu ngadu ke kak Silvie, bang bilangin gih ke kak Silvie jangan terlalu menuruti angan Lewis, biarkan saja anak ini nangis"


"Pah mamah pelit banget, beda sama ibu Silvie"


"Eh Lewis diam ya, mama lagi bicara sama papa"


Lewis merengut sambil mengunyah makan siang nya, aku yakin dalam benak nya sedang menyunpahi aku.


"Lewis, jangan jadi anak yang boros. Papa lihat nilai lapor mu sangat buruk, gini saja kau bisa meminta apapun kalau nilai mu ada yang delapan"


"Percuma bang, kalau dia minta ke kak Silvie pasti semua di kabulkan"


Agha menarik napas nya berat, sebenarnya dia sudah memperingati Silvie sebelum nya, namun wanita itu terus saja melanggar janji nya.


Aku memiliki ketakutan yang sangat besar untuk pertumbuhan anak ku ke depan nya, tidak hanya aku suami ku juga memiliki ketakutan yang sama.




Malam ini Agha tidur di kamar ku, aku bersih bersih dulu sebelum melakukan nya, kalian pasti mengerti maksud ku.



"Dell jangan minum obat Kb lagi" Pinta Agha.



"Abang pingin aku hamil?"


__ADS_1


"Hmm, Lewis sudah besar, tidak masalah kan memberikan nya adik?"



Agha menarik pinggang ku, ia duduk kan aku di pangkuan nya. Ku rasakan milik nya yang sudah keras kerna melihat ku memakai lingerie merah muda yang transparan.



"Udah keras bang"



"Kita pemanasan dulu, abang tak ingin menyakiti mu"



Awal awal kami beradu l1dah dan betukar Sliv4, leher ku mulai di jajah nya dengan memberikan tanda kepemilikan nya, tangan Agha sangat aktif di selang-kangan ku, tangan sebelah nya memainkan gunung kembar ku.




Kerna sama sama dalam keadaan horny, kami pun memulai kegiatan inti.


.


.


Jika kalian mempertanyakan perasaan Agha pada ku, sebaik nya buang pertanyaan itu jauh jauh, dia tidak menaruh hati nya pada ku atau pun kak Silvie. Kami berdua adalah wanita yang bahagia kerna cara Agha menghormati kami dan menafkahi kami, itu saja.



Ku lihat wajah pulas Agha, dia baru saja tidur beberapa menit yang lalu. Aku membersihkan diri terlebih dahulu sebelum mengecek keadaan anak ku.

__ADS_1



Ckrak~



Aku memutar mutar knop pintu nya, namun ternyata Lewis mengunci pintu nya, tak biasanya bocah itu mengunci puntu, ada apa ini? aku jadi penasaran.



"Mungkin dia sudah tidur" Pikir ku lalu kemudian kembali ke kamar.



Sedangkan Lewis di dalam kamar nya sedang menonton video di HP nya.



"Yang datang tadi pasti mama, aku harus menyembunyikan HP ini dengan benar, jangan sampe mama tau" Gumam nya, ternyata ini alasan dia mengunci pintu.



Ya! Delly tidak pernah mengizinkan nya memegang HP di umur segitu kecuali untuk keperluan belajar, apa menurut kalian Delly terlalu berlebihan dalam membatasi Lewis anak nya?



Dia hanya tak ingin anak nya toxic, di tambah Delly pernah memergoki anak laki laki umur sembilan tahun menonton film dewasa melalui aplikasi \*elegram, entah dari mana mereka mendapatkan link nya, mungkin dari medsos medsos yang bertebaran.



Pengetahuan teknologi memang penting, tapi orang tua harus mengerti kapan mereka memiliki privasi dan kebebasan dalam menggunakan nya.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2