I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 89. Ajakan kembali


__ADS_3

Mereka ada di luar, maksudnya Agha dan Frank. Duduk di bangku taman rumah sakit dengan sekaleng colla di tangan masing-masing, kebetulan cuacanya bagus untuk bersantai di luar.


"Sudah lebih tenang?" Tanya Agha pada lawan bicara yang jejak air matanya belum kering.


"Ada apa paman membawa ku ke sini?"


"Kau.. Pacarnya Lewis kan?"


Frank yang biasanya berperawakan santai dan seenaknya untuk pertama kali dia merasa takut jujur mengenai hubungan nya dengan Lewis, dulu dia bisa dengan bangga mengatakan bertapa dia mencintai Lewis, namun sekarang di hadapan Agha, mulut pemuda itu terasa kelu. Agha terlalu to the point membuat Frank menyimpulkan bahwa lawan bicaranya bukanlah orang yang bersimpati tinggi.


"Cukup sampai di sini hubungan kalian, setelah Lewis sadar nanti dia tidak tinggal di sini lagi, kalian bisa saling berpamitan nanti" Sambung Agha kembali, terdengar isakan Frank, pemuda itu kembali menangis.


"Tapi aku sangat mencintai nya paman"


"Dia cowo sama seperti mu, walaupun wajah nya cantik seperti mamanya tetap saja dia berbatang"


"Paman-"


"Shhuut, tidak ada gunanya membujuk ku. Bahkan jika kau mengancam bunuh diri sekalipun aku tetap tidak perduli"


Agha berdiri dan meninggalkan Frank yang masih terduduk dengan isakan tertahan nya, ekspresi Agha sangat datar tak ada niatan baginya untuk kasihan. Di pisahkan oleh cinta secara paksa itu memang sakit, Agha adalah orang yang paling mengerti akan hal itu, tapi apa yang harus di lakukan oleh orang tua jika anak nya gay? apakah cara seperti ini terdengar kejam atau malah wajar?.

__ADS_1


Sekarang Frank mengerti kenapa Lewis sangat takut pada Papanya, ternyata sosok tulang punggung itu adalah orang yang tegas.


"Apa yang harus aku lakukan?" Gumam nya sendiri, dia merasa pening bahkan rambutnya berantakan oleh tangannya sendiri.




Mataku memicing ketika Agha mendudukan pantat nya di samping ku, dia dekat sekali sehingga membuat ku gugup, tidak hanya itu, bahkan matanya begitu dalam menatap ku. "*Apa apaan tatapan nya itu*?" Batin ku.



"Dell" Panggil nya, suara Agha terdengar parau tiba tiba mata yang menatap tajam itu menjadi sayu mengkilap.




"Kembalilah padaku"


__ADS_1


Aku reflek menjauh dari nya bahkan hampir jatuh di ujung sofa, tangan ku mendadak dingin bahkan suara detak jantung ku rasanya sangat kencang. Melihat reaksi ku yang seperti itu Agha menatap ku dengan ekpresi minta di kasihani.



"Jangan bercanda, aku tidak mau!" Jawab ku dengan jelas, ingatan di mana dia memilih wanita lain di bandingkan aku istri nya waktu itu tiba tiba tergambar di otak ku dengan sangat jelas.



"Ku mohon"



"Tidak, abang sudah membuang ku"



"Aku menyesal Dell, apa yang harus aku lakukan untuk membawa mu kembali?"



"Jangan lakukan apapun kerna aku tidak mau kembali. Kehidupan ku sudah lebih baik, jadi sebaiknya abang jalani hidup abang sendiri dengan baik juga, menikah lah lagi dan jangan plin plan soal perasaan" Jelas ku, tak ingin hal yang kualami terjadi pada orang lain yang akan masuk ke kehidupan Agha kelak, dulu aku bertahun-tahun hidup dengan perasaan di gantung oleh pria itu, tidak hanya aku tapi kak Silvie juga mengalami nya hingga wanita itu hilang perasaan dengan sendirinya.

__ADS_1



Tbc.


__ADS_2