I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 44. Melahirkan


__ADS_3

Kini usia kandungan ku sudah memasuki tiga bulan, sudah waktu nya aku untuk pergi, barang barang ku sudah di angkat oleh Agha kedalam mobil.


"Dell kamu mau kemana?" Tanya Silvie mencegat jalan ku.


"Aku tau kaka tak nyaman dengan keberadaan ku, jadi aku akan pergi dari sini"


"Oh bagus lah kalau kau sadar dari, jangan pernah kembali ya"


Silvie begitu senang aku pergi, dia tidak tau saja kalau aku sedang menipunya. Aku tak merespon perkataan nya, kerna suatu hari aku akan kembali ke rumah ini, itu yang ku pikirkan.


"Aku permisi ya kak, jaga diri baik baik. Sampai jumpa"


"Maksudnya selamat tinggal kan?"


"Sampai jumpa kak, aku bukan nya pergi mati"


"Cih malas banget jumpa dengan mu lagi"




Perjalanan pun di mulai, aku di antar langsung oleh Agha. Dia mengosongkan waktunya untuk mengantar ku, suami idaman bukan?



Walaupun Agha tidak memiliki perasaan pada ku tapi setidaknya dia menghormati aku sebagai istri nya, aku sudah menyerah sebelum melangkah untuk mendapatkan perasaan Agha. Kerna menurut ku itu akan percuma, Silvie yang sudah bertahun dengan Agha saja sampai sekarang belum mendapatkan hatinya, sudah lah, lebih baik aku tau diri. Setidaknya aku bahagia dengan perhatian nya.



Sesampainya kami di rumah mama Reva dan papa Calvin kami di sambut baik oleh kedua orang tua itu. Mereka sangat menyayangi ku kerna aku jugalah yang menyelamatkan nyawa Agha.



"Nah ni dia orang nya baru sampai, ayo kita makan siang dulu" Kata Reva.



"Iya mah" Jawab ku.


__ADS_1


Aku mengangguk, kedatangan kami memang bertepatan dengan jam makan siang.



"Agha kamu nginap aja dulu di sini beberapa hari, jangan langsung pulang"



"Hmm"



Tiga hari, selama itu lah Agha menemani ku, dia tidak bisa berlama lama kerna pekerjaan nya. Dia pun pergi dengan berjanji akan mengunjungi ku seminggu sekali.



\*\*\*



Waktu terasa berjalan dengan cepat, tak terasa perut ku sudah sangat besar di usia 9 bulan, Agha selalu mengunjungi ku stiap minggu nya, dan sekarang dia berada di dekat ku memegang tangan ku dan memberi ku semangat untuk melahirkan bayi kami.




Setelah sekian jam berjuang, suara tangis yang di tunggu pun akhirnya terdengar.



"Dell anak kita sudah lahir Dell" Ucap Agha dengan sangat terharu.



Aku tak mendengar apa yang di katakan suami, pandangan ku menggelap serta kuping ku yang terasa berdengung.



"Dell.."


__ADS_1


Lirih Agha ketika melihat ku perlahan menutup mata tidak merespon panggilan nya.



Keadaan menjadi panik, dokter bergegas melakukan tindakan selanjutnya sementara dua suster lain nya pergi membersihkan bayi.



"Dok apa yang terjadi dengan istri ku" Agha ketakutan, bahkan tangan nya sampai gemetar.



"Tenang lah pak, semua akan baik baik saja. Bapak tunggu di luar ya"



Tak ingin menghambat kerja dokter, Agha pun langsung keluar menemui keluarga nya yang juga sedang berada di depan pintu.



"Gha apa yang terjadi?" Tanya Reva.



"Kak Selly baik baik saja kan kak?" Tanya Yara juga.



"Dokter bilang dia baik baik saja, tapi aku takut mah, dia tiba tiba menutup matanya tadi" Adu Agha.



"Tenang lah nak, kalau dokter bilang baik baik saja berarti memang begitu adanya"



Reva memeluk putra nya, reaksi Agha sama seperti Ray saat Yara melahirkan dulu. Wajar saja, dia adalah orang yang baru saja jadi ayah.



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2