
Termenung menatap kosong arah luar dari kamar yang sudah tak berpenghuni, dia baru tahu hari ini saat dirinya pulang bersama Herna.
"Jadi ini alasan kau memberi pilihan lalu pergi sambil tersenyum waktu itu"
Hingga malam Agha masih berada di kamar Delly, sosok wanita yang selalu menemani nya selama sembilan tahun itu pergi tanpa pamit dengan nya.
Dia sudah di beri tahu oleh Yara untuk mengurus surat perceraian nya dengan Delly, kerna Delly sendiri lah yang minta. Agha merasa keberatan melepas sosok wanita itu, dia masih memikirkan nya.
Ting~
Sebuah pesan teks masuk ke HP Agha.
"Silvie?"
“Jangan pikirkan tentang aku, Delly dan juga Lewis. Anggap kami tidak pernah ada dalam hidup mu, berbahagialah dengan wanita yang menjadi pilihan mu. Agha aku tau kau mencintai wanita itu, tapi kerna wanita itu juga kau menyakiti wanita lain, kau membuang fakta bahwa wanita yang kau bawa itu adalah istri orang, kau melukai seorang suami yang ingin menjemput istri nya, Delly tidak salah! seorang ibu rumah tangga hanya ingin mempertahankan apa yang ia bangun, Lupakan! Intinya aku hanya ingin mengatakan, selamat menempuh hidup baru semoga langgeng sampai maut memisahkan. Oh iya satu lagi, tolong urus surat cerai untuk ku dan juga Delly!"
__ADS_1
Agha terbaring sambil menatap langit langit, pesan Silvie barusan membuktikan kalau wanita itu sudah tau semua nya.
"Benar benar hancur, sekarang semuanya tidak ada yang berada di pihak ku, bahkan sahabat ku sekalipun"
Agha merasa lelah sekarang, entah apa yang lelah yang jelas pikiran nya sedang kusut. Sangking pening nya Agha sampai meminum obat tidur.
***
Hari ini Agha dan Herna sudah sah menjadi sepasang suami istri, Agha menikahi Herna kerna wanita itu hamil, bukan anak Agha! Tapi anak hasil jual dirinya waktu itu.
Apakah kalian ingin mengatakan Agha bodoh kerna dia menikahi wanita yang hamil tidak jelas siapa ayah nya? Mau bagaimana lagi, Fred melepas Herna dan Agha harus bertanggung jawab kerna pria itulah yang membawa Herna.
Agha pergi ke kantor nya, tapi dia selalu mendengar gosip tentang nya yang menjadi perbincangan hangat.
"Ku kira Agha pintar, ternyata dia bodoh"
__ADS_1
"Kau lihat gak sih istri barunya? Gilak sih di bandingkan istri pertama dan kedua nya, masih kalau jauh cantik nya ataupun bodynya"
"Iya apalagi si nona Delly itu, gilak cantik banget! Keturunan china, surga gadis cantik"
"Herna Herna itu hamil anak orang hasil jual diri, parah banget tu si Agha, kayak nya dia di pelet dah"
Agha selalu cuek dengan perkataan orang orang kantor, dia juga merasa kalau dirinya bodoh.
Agha sudah menyelesaikan sidang perceraian dengan Silvie minggu lalu, tak banyak syarat kerna mengingat Silvie mandul dan sudah lama tidak berada di ranjang yang sama dengan Silvie, apalagi Silvie terus menuntut nya untuk segera di selesai kan.
Walaupun begitu, Agha tetap bertanggung jawab atas biaya pengobatan Silvie, hal itu di tawarkan oleh Agha sendiri.
Sedangkan dengan Delly, dia belum mengurus apapun itu persyaratan cerai, kerna wanita itu tidak ada menuntut bahkan tidak bisa di hubungi. Agha sendiri merasa berat untuk melepaskan Delly, mungkin dia tidak akan melepaskan nya sebelum bertemu langsung dengan Delly.
Jujur saja dia banyak pikiran akhir akhir ini.
__ADS_1
Tbc.