I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 75. Menghindari nya


__ADS_3

Semalaman ini aku menangisi Theo yang entah di mana dia sekarang, aku tidak tidur atau pun makan, setiap detik nya aku mengecek ponsel siapa tau polisi memberikan kabar baik.


Bermacam macam pikiran negatif terus saja terlintas di otak ku, bagaimana jika dia di culik? Bagaimana kalau dia ketabrak? Bagaimana jika dia tidak pernah kembali lagi pada ku?. Mata ku sudah bengkak akan ketakutan ku sendiri.


"Dell, ayo makan dulu. Ayah yakin Theo baik baik saja"


"Yah aku takut, aku tidak mau makan sebelum Theo di temukan, bagaimana kalau dia belum makan juga? Aku tidak bisa kenyang sendiri tanpa anak ku"


Ibu mana yang bisa menelan di saat anak nya hilang, pikiran pasti mempertanyakan apakah dia sudah makan atau belum?.


"Aku ingin anak ku yah, kenapa polisi itu lama sekali mencari nya huhu~" Lanjut ku semakin terisak. Hingga pagi pun aku masih menangisi nya.


HP ku menyala, ada panggilan yang masuk, dengan cepat aku mengangkat nya.


"Halo pak, apa anak saya di temukan?" Tanya ku langsung.


"Nona, silahkan datang ke kantor, anak Nona ada di sini"


"Baik Pak"


Aku langsung berangkat tanpa mandi terlebih dahulu, bahkan cuci muka gosok gigi pun tidak. Aku harus cepat sebelum anak ku hilang lagi, itu lah yang aku pikirkan.




Sementara itu Agha dan Theo duduk di kursi tunggu, sebelum nya mereka sudah sarapan tadi, bahkan Theo di belikan banyak mainan dan juga cemilan.



"Paman, nanti paman harus berkenalan dengan mama ku. Mama ku sangat cantik dan baik, sayang nya dia tidak butuh suami, jadi paman tidak bisa menggoda nya" Theo berbicara sambil mengunyah makanan, dia terlihat lucu dengan cara nya berbicara.



"Kenapa mama mu tidak mau mempunyai suami?"


__ADS_1


"Tidak tau, asal paman tau ya, banyak sekali pria datang tapi mama tolak mereka semua"



Brak!



Tiba tiba pintu masuk terbuka dengan kasar, seorang wanita dengan penampilan acak acakan masuk dan berlari menemui petugas.



"Anak saya mana pak?"



Napas Agha tiba tiba sesak melihat sosok wanita di sana, tentu saja dia mengenali nya, itu adalah Delly.



"Paman, yang di sana itu mama ku" Tunjuk Theo. "Mama aku di sini"



.


.


Aku mendengar suara yang sangat ku kenali, saat aku menoleh ternyata anak ku berada di kursi tunggu di samping seorang pria berpenampilan serba hitam.



"Theo, mama khwatir tau?" Aku berlari langsung berlutut untuk memeluk nya, ku ciumi seluruh wajah nya.



"Mama, paman ini yang menolong ku" Tunjuk nya pada sosok pria itu.

__ADS_1



Saat Theo menunjuk, pria itu semakin menundukkan kepala nya, bahkan dia sekarang berdiri dan hendak pergi.



"Terimakasih" Ucap ku pada pria yang sudah berada di ambang pintu itu.



Theo berdiri lalu mengejar pria itu sebelum benar benar keluar, sedangkan aku hanya memperhatikan nya dari sini.



"Paman, paman mau kemana? Ayo kenalan dengan mama ku"



Agha berlutut menyamakan tinggi nya dengan Theo, lalu pria itu mengecupi wajah Theo dengan air mata yang diam diam menetes.



"Paman ada urusan yang sangat penting, sekarang Theo sudah menemukan mama, kalau gitu paman pergi, nanti paman akan mengunjungi Theo lagi"



"Promise?"



"Of course"



Agha dan Theo saling mengaitkan jari kelingking, kemudian sebelum pergi Agha kembali memeluk nya dengan erat dengan isakan kecil yang ia pendam suaranya.


__ADS_1


Tbc.


__ADS_2