
Aku bangun sangat pagi bahkan keadaan di luar masihlah gelap, aku yang bosan akhirnya memutuskan untuk berjalan jalan santai di sekitar komplek seorang diri.
Udara nya begitu sejuk dan segar, aku menikmati nya dengan kaki yang terus menapak di sepanjang aspal.
BRUG
Seseorang berlari menabrak ku hingga hampir jatuh, tapi bukan nya minta maaf bapak bapak itu malah melewati ku begitu saja. Tak ambil pusing aku membiarkan nya saja, mungkin dia sedang buru buru, pikir ku.
"Eh apa ini?"
Aku mengambil benda yang rupanya flashdisk yang tergeletak di aspal.
"Apa ini punya bapak tadi ya?"
Niat baik ku ingin mengembalikan flashdisk itu akhirnya membuat ku berputar arah ke gang sempit tempat bapak tadi tuju.
Aku baru tau ada Gang kecil ini di antara pemungkiman komplek mewah, jalan nya tanah coklat yang di hiasi rerumputan di sekitar, untung keadaan nya kering kalau tidak pasti jalanan ini becek. Tempat ini begitu sepi, bahkan aku belum menemukan rumah sejak tadi.
"Astaga bapak tadi lari kemana sih?"
Aku melanjutkan perjalanan hingga aku benar benar lelah, ingin menyerah tapi aku sudah terlalu jauh. Akhirnya ku dengar suara samar samar yang mungkin lebih dari satu orang, kerna takut aku pun reflek sembunyi.
Alangkah terkejutnya aku ketika melihat beberapa pria di seret menggunakan rantai dalam keadaan babak belur dan berdarah, aku menutup mulut ku sendiri menahan suara yang rasanya ingin keluar, di antara nya bapak bapak ada yang bertabrakan dengan aku tadi sedang di pukuli.
"Mana flashdisk nya sialan!" Bentak nya.
"Sumpah bang, tadi aku beneran bawak"
"Jatuh di jalan paling, sana kau cari lagi bisa mati kita jika itu di temukan orang lain"
"I-iya aku cari dulu"
"Punya adik benar benar tak berguna, kau juga Moran bantu paman mu cari sana"
__ADS_1
Aku jadi panik sendiri, apa ku kembalikan saja ya flashdisk nya? Tapi setelah itu apa yang terjadi? Lihat lah kumpulan orang yang sekarat tengah tergeletak di sana.
"Tidak bisa, mereka bukan orang baik" Cepat cepat aku masuk ke dalam semak, kerna bapak bapak yang menabrak ku tadi dan satu pria muda mulai berjalan.
Agha baru saja sampai di rumah pukul 07.04, saat ia berjalan ke meja makan hanya ada Silvie saja di sana.
"Delly di mana?" Tanya Agha.
"Tidak tau, para pelayan juga bilang tidak tau"
Agha pun kembali ke meja makan
"Dari mana?" Tanya Silvie
"Ngecek CCTV"
__ADS_1
"Jadi Delly nya kemana?"
"Jogging"
"Yaudah kita makan aja duluan, mungkin dia pulang jam sembilanan, kan biasanya orang joging begitu"
Mereka pun makan berdua, tidak seperti biasanya kini Silvie melayani Agha makan makan dengan tak membiarkan nya mengambil nasi ataupun lauk sendiri. Agha tak ambil pusing, toh dia tak rugi juga
"Nanti siang aku bawain kamu makan siang ya" Tawar Silvie
"Tumben?"
"Emangnya gak boleh?"
"Terserah aja sih"
Jelas saja Silvie sedang mencari perhatian, dengan adanya Delly sebagai istri kedua Agha membuat nya takut akan posisi nya sendiri.
__ADS_1
Tbc.