I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 26


__ADS_3

Aku tidak menangis, tidak marah, juga tidak bertanya siapa wanita yang menampar ku tadi dan apa alasan nya. Hanya saja aku sangat senang merasakan tangan Agha yang mengelus pipi ku yang masih merah dengan sangat lembut.


Bahkan aku bisa merasakan deru napas menyapu wajah ku, ketika Agha semakin mendekat.


Cup~


Ohoho hati ku semakin bersorak ria, ketika pipi ku di cium, ah rasanya aku rela di tampar setiap hari jika begini.


"Masih sakit?"


Oh my god bagaimana bisa pria yang gila kerja ini bersikap semanis itu? Aku menggeleng sambil tersenyum.


"Tidak apa apa bang"


"Wanita tadi adalah ibu nya Silvie"


"Aku harus bersikap seperti apa di hadapan nya? Sepertinya bibi itu tidak menyukai ku"


"Bersikap biasa saja"


"Apa abang akan menceraikan ku?"


"Kau ingin bercerai dengan ku?"


"Tidak, jangan tinggalkan aku"


"Kalau begitu jangan pernah berpikir seperti itu"


Aku mengangguk, entah dapat keberanian dari mana aku mengecup bibir Agha. Tentu saja Agha membalas nya dengan lum atan.


"Kau mau?" Tanya Agha melepaskan ciuman nya yang berlangsung beberapa menit.


"Mau apa?"


"Gituan"


"Eh? N-nanti aja" Aku berdiri dari ranjang, namun tangan ku di tarik Agha hingga aku terlentang di ranjang.


"Tanggung jawab, dia sudah bangun" Ternyata ******* panas tadi membangun kan hasrat Agha. Aku pun pasrah saat baju ku di buka hingga tubuh ku di nikmati Agha dengan bebas.

__ADS_1



Makan malam sudah tertata rapi di meja makan, beberapa menit Silvie menunggu tapi suaminya tak kunjung turun.



"Mah aku panggil Agha dulu ya"



Silvie pun pergi ke kamar Delly untuk memanggil ke dua orang itu. Beberapa kali mengetuk pintu tapi tidak ada jawaban, Silvie pun mencoba membuka knock pintu.



"Tidak di kunci ternyata" Gumam Silvie.



Baru membuka pintu sedikit Silvie malah mendengar suara des\*han, ia mengintip sedikit, ternyata Delly dan Agha sedang melakukan hubungan intim. Langsung Silvie menutup kembali pintu itu.




"Agha terlihat sangat menikmati nya" Silvie pun berdiri dan memilih untuk makan duluan saja


.


.


"Mana Agha nya Sil?" Tanya Meti ketika melihat Silvie yang manarik kursi nya untuk duduk.



"Kita makan aja duluan mah, dia sepertinya sedang sibuk"



"Dasar si gila kerja itu, terus bagaimana dengan Delly itu?"

__ADS_1



"D-dia juga nanti, serempak dengan Agha mungkin. Biasanya dia gitu mah, makan nya serempak Agha"



"Cih sok romantis"



"Udah mah kita makan yuk, mama lapar kan?"



"Bang udah" Mohon ku.


"Sebentar lagi"


"Tapi aku lapar"


"Iya, tunggu sebentar lagi"


Terus saja begitu, pada akhirnya pukul sepuluh malam barulah aku berhadapan dengan piring dengan kondisi sangat lemas.


"Kenapa sampe gemetar gitu Dell" Tanya Agha.


"Aku laper banget bang, dari pagi belum makan di tambah tenaga ku terkuras abis kerna abang"


"Astaga" Agha menepuk jidat nya sendiri "Maaf Dell abang lupa, kenapa tidak bilang?"


"Takut, abang tadi serius banget. Jadi gak berani ganggu"


"Lain kali bilang aja, kalau kayak gini abang merasa bersalah"


"Iya bang"


Si Delly main iya iya aja, untung gak pingsan tu anak. Ternyata Delly memiliki stamina yang kuat, buktinya gak makan seharian plus bercinta selama ber jam jam tidak membuat nya pingsan, Respect to Delly.


Tbc.

__ADS_1


__ADS_2