I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab 73. Kecerdasan anak kecil


__ADS_3

Agha menggendong Theo untuk membeli jajan bersama, tak sengaja pandangan nya terpaku pada garis polisi dan juga petugas nya yang tengah bertanya tanya pada masyarakat.


"Ada apa itu pak?" Tanya Agha pada penjaga toko yang tengah menghitung total belanjaan nya.


"Itu tetangga saya, tadi malam ia berteriak kencang lalu jatuh dari lantai 5" Tunjuk nya pada sebuah bangunan.


"Apa yang ia teriakan?"


"Si kuning sialan!, itu yang terdengar sebelum dia terjatuh. Jadi polisi menebak ada seseorang yang mendorong nya hingga jatuh"


"Bangunan itu apartemen ya?"


"Iya, oh iya total nya 163.000"


Jiwa detective akan menggebu gebu jika melihat kasus yang pelakunya belum di temukan seperti ini, sama halnya dengan Agha dan Theo.


Agha mendengarkan introgasi dari beberapa orang yang di curigai sebagai pelaku. Ada empat orang yang di curigai,



Pak choi si pedagang mie kuning

__ADS_1


Bibi Xiying si pemilik rumah berwarna kuning,


Meime maha siswi berambut pirang


Hichen, tetangga korban yang semalam memakai pakaian berwarna kuning.



Siapun yang berkaitan dengan warna kuning akan di tangkap untuk sementara penyelidikan, tidak ada bukti jelas selain hal itu


"Hanya kerna memakai baju kuning, saya jadi di curigai? Lain kali saya tidak akan memakai baju kuning lagi. Aku kenal baik dengan pak Bao,tidak mungkin aku membunuh nya. Bukan kah sudah jelas pelaku nya bibi Xiying? Wanita itu pecinta warna kuning" Tuduh Hichen.


"Eh Hichen, jangan sembarang ngomong ya kamu, membunuh tikus saja aku takut, bagaimana bisa aku membunuh pak Bao" Sanggah buk Xiying.


"Aku hanya penjual bak Mie, hingga larut malam pun aku masih buka, mana mungkin aku memiliki waktu untuk membunuh, tidur pun aku masih kurang"


"Sudah, jangan banyak alasan. Kalian ikut kami dulu ke kantor polisi, sementara itu rumah kalian akan di geledah"


Mereka semua pun di bawa pergi oleh para petugas, sementara itu Agha hanya tersenyum tipis kerna dia sudah tau siapa pelaku yang sebenarnya hanya dari penjelasan mereka tadi.


"Kenapa paman tersenyum? Paman tau pelakunya?" Tanya Theo, anak ini juga sedari ikut mengamati situasi.

__ADS_1


"Tentu saja tau, paman kan seorang detective, ini adalah kasus yang mudah di tebak"


"Paman Detective?" Theo menatap dengan tatapan kagum nya "Paman aku juga punya mimpi jadi detective"


"Ok kalau gitu tebak siapa pelaku dari empat orang tadi?" Tantang Agha, sebenarnya dia tidak mengharapkan jawaban yang benar, dia hanya ingin mendengar tebakan pria kecil yang bercita-cita menjadi detective ini.


"Kalau aku benar apa hadiah nya?"


"Apapun itu paman akan menuruti nya"


"Meime si maha siswi, menurut ku dia palaku nya"


Mata Agha membulat tidak percaya, bagaimana bisa Theo menjawab sama dengan apa yang ia pikirkan? Apa ini hanya sebuah tebakan kebetulan?.


"Apa alasan nya?" Tanya Agha.


"Tadi paman di toko bilang sebelum jatuh dari lantai lima, pak Bao meneriaki si kuning sialan! Maka nya polisi mencurigai orang yang berkaitan dengan warna kuning pada malam kejadian itu, tiga orang yang bernama Choi, Xiying dan Hichen itu bilang mereka kenal dekat dengan pak Bao, sedangkan si Meime baru pindah dua hari yang lalu, dengan kata lain pak Bao tak akan nyebut si kuning sialan kalau dia tau siapa nama orang itu, berarti pelaku adalah orang yang tidak di kenal pak Bao, yaitu si Meime yang baru saja pindah. Bagaimana paman?"


Agha terkagum dengan jawaban Theo, anak ini cepat tanggap dan juga cerdas.


"Jawaban mu benar Theo, seandainya paman memiliki anak seperti mu. Paman pasti akan membawanya ikut bersama paman untuk menyelidiki kasus sambil mengajari nya" Agha mencium kening Bao, dia merasa bangga pada anak yang ia kira anak orang itu.

__ADS_1


Tbc.


__ADS_2