I Love You Mr.Detective

I Love You Mr.Detective
Bab ~ 81


__ADS_3

Mungkin kerna lelah Agha tertidur begitu saja di sofa, bahkan menjelang malam pun ia belum terbangun. Sedangkan Frank masih berada di rumah Lewis, bocah itu belum ada niat pulang.


"Frank pulang lah, nanti papa ku curiga kalau kau menginap di sini" Kata Lewis.


"Santai lah Lew, papa mu menganggap kita hanya sekedar temanan. Bukan hal yang aneh kalau teman menginap di rumah teman"


"oh iya juga ya"


"Dasar otak udang, papa mu sebentar lagi pasti bangun, aku keluar dulu beli makan malam"


Frank memasang jaket nya lalu ke luar, Lewis berkali kali jatuh hati oleh sikap manis pria itu. Walaupun Frank bukan dari kalangan orang berpunya tapi dia adalah sosok yang berusaha bahkan untuk mencari uang jajan nya sendiri tanpa merepotkan orang tuanya.


Sekitar 15 menit kemudian, pintu apartemen terbuka, Lewis berlari mengira itu adalah Frank namun dugaan nya salah yang datang adalah nenek nya.


"Nenek? nenek ngapain balik, gak nemanin ibu di sana?"


"Nenek mau mengambil baju ibu mu"


Meti berjalan cepat, tak sengaja pandangan nya terpaku pada sosok yang terlelap di sofa.


"Oh itu, tadi siang papa datang nya" Jawab Lewis menyadari tatapan nenek nya.


Meti tergagap, dia menatap Lewis degan raut khawatir. "Le-lewis pacar mu mana?"


"Beli makan malam untuk papa"


"Apa?!"

__ADS_1


"Aku mengerti apa yang nenek takutkan, tenang saja papa tidak tahu kok"


Meti bernapas lega tapi ada rasa bersalah yang mengganjal di benaknya, sesuatu yang seharusnya di ketahui oleh Agha ataupun Delly sebagai orang tua kandung, tentang kelainan Lewis yang pasti tidak dapat di Terima dengan baik oleh keluarga.


"Lewis, lebih baik kau putuskan Frank sebelum papa mu tau"


"Aku tidak mau"


"Papa mu bukan orang yang berhati lembut, bisa saja Frank mati di tangan nya. Putuskan sebelum semuanya terlambat"


"Papa itu Detective, tidak mungkin dia melakukan hal kriminal seperti itu"


Helaan napas berat Meti hembuskan, dia berusaha berpikir bahwa kelainan anak itu hanya pada masa puber nya saja, tapi entah lah untuk kedepan nya, mau bagaimana pun ini adalah masalah.


Sebelum Meti pergi kembali ke rumah sakit ia pun berkata "Kalau kelakuan mu seperti ini terus siap siap saja kau ikut papa mu, nenek sudah membicarakan hal ini pada ibu mu Silvie"





"Apa yang kau lamunkan?"



Bocah puber itu tersentak mendengar suara berat papa nya, padahal hanya pertanyaan ringan namun mampu membuat Lewis bungkam, pikiran kacau nya tergembar jelas dari ekpresi nya.

__ADS_1



"Lewis, kau terlihat khawatir, ada apa?" Tanya Agha.



Kedatangan Frank membuat Lewis sedikit lega, dia merasa aman terlindungi walaupun di sini tidak ada orang yang berusaha memakan nya. Frank muncul dengan membawa beberapa kantong di tangan nya, dia meletakkan semua itu.



"Paman, aku ke dapur dulu ya ambil piring" Ujar Frank.



Agha mengangguk kemudian kembali beralih pada Lewis "Lewis, dari tadi teman mu saja yang mondar mandir, di mana tanggung jawab mu sebagai tuan rumah?"



"I-itu"



"Tidak apa paman, Lewis sedang tidak enak badan" Potong Frank cepat, pria ini bermulut manis dan bisa diandalkan. Kerna Agha tidak suka memperpanjang masalah jadi dia biarkan saja, lagian Frank tidak merasa keberatan.



Tbc.

__ADS_1


__ADS_2