
#Bab 102#
sementara teman teman yang lainnya tampak ketakutan melihat keadaan bosnya itu.
"ini akibatnya kau berani menyentuh paha milikku" preman tersebut mengernyitkan dahinya sebab ia sama sekali tidak pernah memegang paha pria itu dia juga pria normal yang tidak menyukai sesama jenis.
"apa maksudmu tuan,aku tidak memegang paha milikmu" ujar pria itu menahan sakit ditangannya itu.
"apa kau bodoh!! tentu saja paha wanita yang kau sentuh kemarin kau pikir gay!" marah Kenzo membuat asisten Han yg tadinya ikut merinding melihat tuannya dengan kejam melepas tangan pria tersebut menjadi merutuki kebodohan tuannya.
"ampun tuan,aku mohon ampuni saya" pintanya memohon
"aku tidak akan pernah mengampunimu sebelum kalian cacat satu persatu" ujar Kenzo menatap kejam kearah mereka
"han!"
"iya tuan"
"biarkan para pengawal itu mengurusnya buang saja jasadnya kepada Jery singa peliharaan ku" ujarnya meninggalkan ruang bawah tanah.
Kenzo kembali ke dalam mensionnya ingin menemui istrinya ia juga sudah mengurus gaun yang dikenakan Olivia besok dan juga dirinya.
...πππ...
kini Kenzo bersama istrinya di dalam Lamborgini milik pria itu tampak Kenzo mengenakan setelan jas hitam membuat pria itu terlihat tampan
sementara Olivia mengenakan gaun putih panjang dengan mek up tipis membuat ia semakin terlihat cantik.
__ADS_1
mereka menuju gedung acara tuan Liam bersama para pengawal untuk menjaga keamanan Olivia.
"hubby,apa kau tidak malu membawaku" ujar Olivia menatap suaminya itu
"untuk apa malu dear?"
"seluruh publik belum mengetahuiku bukan? jika aku istrimu" uja rolivia menatap lesu.
"tapi hubby tenang saja aku akan mengatakan bahwa bawahan hubby" ujar Olivia dengan polosnya menatap suaminya.
"tidak! kau harus mengakui dirimu bahwa kau seorang istri sang penguasa" ujar Kenzo dengan tegas menarik istrinya kedalam pelukannya.
"bagaimana mungkin, karyawan mu dikantor saja belum ada yang tau siapa aku"
"saat kau berbicara seperti itu membuatku ingin menghukum para karyawan yang melukai mu dulu"
"bukankah mereka mengatakan jika kau berusaha menggodaku"
"tapi kan hubby berkata aku pantas menda-" perkataan Olivia terpotong sebab suaminya itu membekap bibir nya dengan bibir pria itu.
"aku tidak suka kau membahas masa lalu dear" lirih Kenzo menempelkan keningnya pada kening istirnya.
Olivia hanya terdiam mencerna perkataan suaminya yang bersikap posesif kepadanya.
*
*
__ADS_1
*
tak lama mereka sampai di gedung acara itu.
Kenzo melingkarkan tangan istirnya di lengannya membuat pria itu dan istirnya menjadi sorot perhatian para tamu.
banyak yang bertanya tanya siapa wanita itu dan tak lupa wartawan yang mengambil foto dirinya dengan Olivia dan para pengawal menyambut mereka dengan hormat.
pak Wiliam sang pemilik pesta segera menyambut kedatangan sang penguasa itu,yang ditakuti di negaranya dan beberapa negara lainnya
"selamat datang tuan Kenzo" ujarnya membungkuk hormat.
"saya sangat senang anda bisa datang ke acara kami" ujarnya mengulurkan tangannya untuk bersalaman.
Kenzo menerima salaman itu kemudian mereka pun diantar di ruangan khusus untuk mereka.
tampak beberapa rekan kerja Kenzo mendekati dan bertanya siapa wanita cantik disampingnya.
"hai tuan Kenzo,senang berkenalan denganmu" ujar Roy menjabat tangan Kenzo
"siapa wanita ini" tanyanya
"dia istriku"
"what??" pekiknya menatap tak percaya.
"aku pikir kau masih dengan nona Aline" ujar Roy tercengang.
Kenzo hanya diam tak berniat membalas perkataannya,pandangannya kini sibuk memperhatikan gerak gerik istrinya takut wanita itu diculik lagi
__ADS_1
sembari sedikit berbincang dengan para petinggi lainnya .