
#Bab 134#
Kenzo menciumi kening istrinya dengan lembut dan menggenggam erat tangan itu seolah olah tidak ingin lepas.
"aku merindukanmu dear...bangunlah atau aku akan ikut bersamamu" bisik. pria itu pada istrinya yang masih terbaring lemah itu.
dilihatnya wajah yang biasanya ceria dan usil kini tampak lemah tak berdaya tak ada lagi wajah ria nya hanya bibir pucat yg tampak terlihat jelas.
"ku mohon bangun dear"
tiba tiba tangan itu bergerak membuat Kenzo langsung menatap istrinya lekat lekat. kedua pupy eyes itu terbuka dengan perlahan
Olivia mengerutkan keningnya ia masih merasakan pusing dikepalanya dan penglihatannya juga buram.
"hub-hubby" lirihnya dan Kenzo pun sangat senang akan hal itu.
pria itu segera memencet tombol hijau disamping ranjang Olivia dan tak lama dokter Rey dan beberapa perawat datang.
"nyonya olivia sudah kembali normal tuan" Kenzo yang mendengarnya cukup terharu kemudian pria itu memeluk istrinya dengan erat dan menghujaninya dengan ciuman diwajahnya.
Olivia hanya diam mendapatkan perlakuan suaminya ia masih merasa sakit dikepalanya.
saat sudah kembali pulih Olivia memegang perutnya yg biasanya besar dan membuatnya sulit berjalan itu kini rata membuatnya terkejut.
"hubby Dimana anakku" ujar Olivia dengan cemas.
"itu sayang anak kita dipegang oma" ujar Kenzo berusaha menenangkan istrinya.
granma Lisa mendekati Olivia dan memberikan cicitnya itu.
"Oma sangat bangga pada kalian akhirnya Oma bisa pergi dengan tenang karna memiliki seorang cicit"
__ADS_1
"granma Kenzo tidak suka kau berbicara seperti itu"
"bukankah benar?? umur granma sudah tidak lama lagi tidak mungkin granma hidup selamanya di Dunia ini"
"siapa nama anakmu ini...???" tanya Oma Lisa menatap cucu nya itu
"nama nya adalah Alberto Aaron Chaiden Smit" ujar Kenzo dengan bangga memperkenalkan nama putranya.
"ckck namu saja pendek mengapa nama anakmu panjang sekali" ujar granma menggelengkan kepalanya membuat semua orang tertawa.
Kenzo hanya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"tapi aku suka Beby Alberto nama yang bagus"
"aku suka jika kau suka" ujar Kenzo mencium lembut kening istirnya itu.
"jangan pergi dariku" lirihnya membuat Olivia tersenyum.
...πππ...
kini mension Kenzo ricuh dengan suara wanita yg saling memperebutkan Beby Alberto itu.
hingga Olivia pun merasa lesu karna tak dapat menggendong anaknya.
"ada apa dear" tanya Kenzo saat melihat istrinya begitu lesu.
"aku sangat ingin menggendong Alberto hubby"
"sabar ya...mereka sangat menyayangi Alberto maka dari itu kau harus ya senang sayang"
"kau benar hubby"
__ADS_1
"bagaimana kalau sekarang kita bermain saja sayang" bisiknya.
Olivia yang seolah olah mengerti pun memukul pelan dada kekar itu
"hubby kau kan tahu jahitanku belum kering" ujar Olivia membuat Kenzo kembali lemas.
"hah....kapan aku bisa merasaknnya"
"tidak tahu" ujar Olivia terkekeh
Kenzo memeluk istrinya dari belakang menatap para wanita yang memperebutkan Beby Alberto itu
"sayank aku lapar"
"kau ingin makan aao hubby biar aku buatkan"
"ingin kau aja"
"tidak bisa hubby kan jahitanku belum kering"
ujar Olivia berusaha memberontak apalagi kini suaminya menciumi tengkuknya membuatnya meremang seketika.
"aku tidak akan melakukannya sayang,aku hanya mencicipi diluar sja"ujar Kenzo dengan santai
sementara David dan Moran yang melihat tingkah mesum Kenzo menggelengkan kepalanya.
"dia itu sangat mesum" ujar Moran
"kau benar ded"
"kau kapan akan memiliki seorang anak juga " tanya Moran pada putranya membuat David terdia seketika.
__ADS_1
Visual Beby Alberto Aaron Chaiden Smit