
#bab 143#
1 Minggu setelah kepergian Han.
Han meninggalkan rumah sakit saat rindu menolaknya
ia merutuki kebodohannya sebab bisa bisanya ia mengajak gadis lemah itu berpacaran
sangat memalukan bagi seorang asisten bos besar.
Han juga mengetahui jika rindu saat ini menikah dengan Xavier saingan Kenzo. Han juga bersyukur setidaknya gadis itu tidak depresi lagi karna sky
"tuan, hari ini anda harus meeting dengan tuan Maksim dari Amerika"
"tunda agenda hari ini, aku harus menjaga istriku"
asisten Han merasa tak percaya mendengar perkataan sahabatnya itu. bisa bisanya ia menyuruh untuk menunda hal penting demi menjaga istrinya di rumah.
"tapi ini sangat penting tuan"
"istriku jauh lebih penting dari pekerjaan, Han kalau kau masih ingin melihat matahari terbit, maka-"
"jangan mencari masalah" ujar asisten Han dengan cepat.
"smart man"
Kenzo meninggalkan asisten nya menuju kamar pribadinya. sementara asisten Han memilih ke ruang bawah tanah bertemu teman teman nya.
ya, asisten Han akrab dengan para pengawal di bawah tanah dari pada pengawal pengawal Kenzo yg sering berlalu lalang
Kenzo memasuki kamarnya mencari keberadaan sang istri. Kenzo melihat wanita itu sedang berdiri di balkon menatap kota kota dari atas.
__ADS_1
Kenzo tersenyum dan berjalan mendekati Olivia. pria itu memeluknya dari belakang.
"hubby kau membuatku terkejut"
"kau sedang apa"
"aku sedang menatap kota kota, mereka sangat indah saat di pandang dari sini"
"kau menyukainya?"
"emm sangat menyukainya" ujar Olivia mengangguk dan mendongak keatas menatap wajah tampan suaminya dan tersenyum manis menunjukan Pupy eyesnya
Kenzo menyenderkan kepalanya di bahu wanita itu. tangannya perlahan mengelus pelan perut istrinya.
"aku berharap memiliki anak kembar"
" semoga doa mu terkabul hubby, kau mau kembar laki laki atau perempuan?"
"kau benar hubby, aku berharap memiliki anak perempuan"
"ya, agar ada yg menjagamu saat aku tidak ada"
mereka menikmati keromantisan mereka di atas balkon. hingga deringan telfon Kenzo mengejutkan mereka.
"hubby, siapa?"
"david"
Kenzo mengangkat telfonnya tanpa melepaskan pelukannya.
"ada apa"
__ADS_1
"bro, bolehkah aku tinggal di mensionmu sampai istriku melahirkan"
"maksud mu?"
"istriku sedang hamil saat ini, dan dia ingin tinggal dengan olivia awalnya aku tidak mengizinkan tetapi ia marah padaku"
"biarlah, kau tidak boleh tinggal disini" ujar Kenzo penuh penegasan.
"aku mohon bro, biarkan aku tinggal disitu" ujar David rela demi istrinya.
"baiklah, kebetulan Olivia ingin menyuruh kalian tinggal disini istriku juga hamil saat ini" David yg mendengarnya terkejut
"wawww, ternyata milikmu ganas juga ya"
"tentu saja tidak seperti milikmu yg pemalas itu"
"enak saja hey kau tidak tau jika anakonda ku sudah terbangun maka ia akan sangat ganas" ujar David tersenyum bangga dari sebrang.
"cihh masih ganasan milikku" ujar Kenzo sengit tak mau kalah.
Olivia menggelengkan kepalanya mendengar perkataan mesum dari 2 orang tersebut.
"bisakah kalian tidak mempeributkan milik kalian" ujar Olivia kesal
David tentu saja dapat mendengar dengan jelas di ponsel.
"hai Olivia apa kabar"
"aku baik kak"
Kenzo yg mendengarnya merasa geram, Kenzo merasa David seolah olah mencari perhatian istrinya.
__ADS_1