
selesai makan Olivia bergegas tidur ia takut bangun kesiangan besok,ia diperbolehkan makan dimeja Kenzo saat pemilik nya tidak ada.
sementara di negara Italia.
tampak seorang pria tampan sedang mempercepat permainan yg ia buat membuat sang wanita kelelahan tak bertenaga.
"honey aku lah"
"aku merindukanmu sayank maka jangan pergi menjauh dariku"
"kan aku hanya liburan" ujar Aline dengan cemberut.
"baiklah bersihkan badanmu hari ini aku akan membawamu jalan²" ucap Brian dengan tersenyum hangat.
*
*
*
5 hari setelah kepergian Kenzo kini pria itu kembali lagi ke kotanya.
semua pelayan sibuk dengan pekerjaan mereka sebab tuannya akan kembali ke mension mereka takut akan dipecat.
mereka pun menyambut Kenzo dengan hormat Olivia pun ikut menyambut suaminya saat Kenzo memasuki mension dengan tegas dan menatap mereka nyalang dengan rahang yg mengeras kala sang istri tak terlihat padahal Olivia diantara para pelayan dan menunduk.
__ADS_1
"dimana gadis itu"
"sa-saya tuan??" ujar Olivia takut takut sementara Kenzo membuang muka ia merasa malu dengan dirinya sendiri sebab tak melihat istrinya.
"kembali ketempat kecuali kau" tunjuk Kenzo kearah Olivia.
Olivia hanya menurut ia pun kemudian diam menunduk sebab takut membuat kesalahan.
Kenzo mendekati Olivia membuat gadis itu mundur kebelakang,Kenzo yg melihat Olivia mundur mempercepat langkahnya ke hadapan gadis itu dan menariknya dengan kasar.
"mengapa kau menjauhiku!!"
"sa-saya tidak menjauhi anda tuan,saya hanya takut anda melukai saya" ujar Olivia takut²
"apa yg kau lakukan selama aku tidak ada"
"apa kau pulang tepat waktu" pertanyaan Kenzo membuat Olivia pucat pasi,pasalnya setiap pulang kerja ia akan pergi bermain dengan felica sahabatnya itu.
"te-tentu tuan" ujar Olivia gugup.
"apa kau berbohong? mengapa bicara mu gagap seperti itu" ketus Kenzo terhadap istrinya.
sebenarnya Kenzo sudah tau namun ia ingin mendengar kejujuran gadis ini namun ternyata Olivia masih sempat berbohong.
"kau berbohong kepadaku ya!!"
__ADS_1
"tidak tuan ma-mana mungkin saya berbohong"
"tidak!! kau pasti berbohong aku harus mengurungmu didalam gudang yg gelap" Olivia yg mendengar ucapan Kenzo terkejut bukan main,seluruh tubuhnya bergetar seolah olah ia memiliki trauma terhadap gudang itu pasalnya setiap ia melakukan kesalahan ia akan dikurung didalam gudang yg sangat gelap dan tak lupa ayahnya selalu memasang patung patung menyeramkan didalamnya.
"tu-tuan aku mohon maaf kan aku hiks..hiks..hiks..ak-aku berjanji akan menuruti perintah anda tuan namun tolong jangan masukan saya ke gudang..saya takut" ujar Olivia memohon di kaki Kenzo ia memegang kaki kokoh itu dengan lemah.
Kenzo yg terkejut melihat Olivia nangis ketakutan pun terdiam mematung entah mengapa ia merasakan nyeri di dada kala melihat Olivia memegang kakinya.
"berdiri!!" Olivia masih belum mendengarkan perkataan Olivia membuat Kenzo kembali kesal.
"berdiri atau aku menjalankan niatku barusan" ujar Kenzo dingin membuat Olivia segera berdiri dan menunduk.
"aku tidak akan menghukummu namun sebagai gantinya kau harus mau berdiri disamping ku hingga pekerjaanku selesai"
"ba-baik tuan"
Kenzo menuju ruang kerjanya diikuti Olivia entah apa yg Kenzo rasakan saat ini namun yg jelas benci dan nyaman menjadi satu dalam dirinya.
Kenzo sangat membenci Olivia namun disamping itu ia merasa nyaman jika Olivia disisinya dan akan memikirkan gadis itu terus saat tak ada disampingnya.
"tugasmu adalah melayani kebutuhanku apa yg aku perintahkan kau harus menjalankannya dengan benar dan kau tidak berhak membantah!!"
"pa-paham tuan" ujar Olivia takut
"mengapa kau takut padaku,apa aku memakan mu?"
__ADS_1
Olivia menggeleng dengan cepat Kenzo pun mulai duduk di kursinya dan mengotak ngatik ponselnya"