
#Bab 50#
Kenzo tak memperdulikan teriakan Olivia pria itu sangat marah sekarang sehingga langsung mendorong tubuh Olivia didalam gudang.
"renungkan kesalahanmu sebelum keluar dari gudang" ujar kenzo menutup otomatis pintu tersebut
sementara Kenzo langsung menendang benda benda yg ada disekitarnya dan berteriak frustasi.
"argghhh...mengapa jika aku melihatnya dengan pria lain aku marah?? ada apa dengan diriku" ujarnya frustasi.
sementara didalam gudang,Olivia mulai ketakutan kringat dingin membasahi tubuhnya,ia ingin melawan traumanya ia tidak boleh takut.
ia berusaha menahan takut meski kini ia mulai menangis.
perlahan ia mengambil ponsel yg diberikan David didalam tasnya.
ya,Kenzo tidak mengambil tasnya saat ia dikurung didalam gudang.
Olivia menyalakan senter di ponselnya dan itu membuat sedikit terang.
ia bisa bernafas sedikit lega.
setidaknya ada penerangan.
olivia menelpon nomor ponsel David berusaha mencari bantuan pria itu.
David sudah memasukan nomor ponselnya kedalam ponsel Olivia,gadis itu menekan nomor David dan tak lama panggilan nya tersambung.
dengan terisak Isak ia melawan takutnya.
"ada apa gadisku mengapa kau menelponku?"
ujar David dari sebrang.
__ADS_1
"hiks..hiks..kak david"
David yg mendengar Olivia menangis langsung merasa khawatir.
"hei ada apa katakan ada apa" ujarnya bertanya.
hening...
"hey Olivia katakan ada apa??"
"tolong aku kak...ak-aku dikurung oleh tuan Kenzo di-digudang hiks..hiks...ak-aku takut" uajr Olivia semakin terisak.
"kau tunggu aku,aku akan segera kesana"
David mematikan ponselnya ia langsung menuju mension Kenzo melaju dengan kencang sangking khawatirnya dengan keadaan Olivia.
*
*
*
para pengawal dan security berusaha melarang David masuk,namun karna ancaman David yg akan melaporkannya pada Kenzo pun langsung dibukskannuntuk masuk.
tanpa pikir panjang David menuju belakang mension,ia tau sandinya dan akhirnya pintu itu terbuka lebar menampakan sosok gadis kecil yg meringkuk ketakutan.
"olivia" ujar David memeluk erat gadis itu.
"kak...aku takut..." ujar Olivia menangis diperlukan David.
"tenanglah ada aku disini" ujar David mengelus pucuk kepala Olivia.
tiba tiba suara tepuk tangan dari luar mengejutkan mereka.
__ADS_1
prok..prok...prok
"bagus..kerja bagus wanita murahan,bahkan sekarang sahabatku sudah tergoda olehmu" ujar Kenzo menatap tajam ke arah mereka.
"hentikan kenz,kau membuat traumanya kembali!!!"bujar David marah
"siapa kau? aku suaminya aku berhak menghukumnya!"
"cihh..kau akan menyesal dan meminta Olivia untuk kembali kepadamu" ujar David dengan tegas.
"ckck baru jadi CEO saja sudah belagu"bujar Kenzo menatap sengit kearah David.
"aku tidak perduli dengan kata katamu,sekarang Olivia akan tinggal bersamaku"nuajr David menggendong Olivia.
namun saat ingin keluar dari gerbang Kenzo merebut Olivia sehingga Olivia kini didalam pelukan Kenzo.
"kau tidak boleh membawa istriku" ujar Kenzo menatap marah kearah David.
"apa hak mu?"
"aku berhak..karna aku suaminya" ujar Kenzo berteriak marah.
"cihh lalu mengapa kau memelihara wanita murahan didalam mensionmu??"
"jangan mengatakan Aline murahan sekali lagi kau bilang Aline murahan akan ku patahkan lehermu"
"ckck bukankah Aline memang murahan?" ujar David menatap sinis ke arah Kenzo.
"mana buktinya jika dia memang murahan?" ujar Kenzo dengan dingin.
sementara Olivia hanya mampu mendengarkan pertengkaran mereka ,ia tidak bisa melakukan apapun karna kenzo masih belum menurunkannya.
"berikan Olivia kepadaku" David berusaha merebut tubuh kecil Olivia dari pelukan kenzo
__ADS_1