Istri Kontrak Sang CEO Kejam

Istri Kontrak Sang CEO Kejam
Bab 80


__ADS_3

#Bab 80#


Kenzo dan Olivia sampai direstoran mewah,gadis itu menganga lebar sementara Kenzo hanya menatap Olivia dengan senyum mengembang


"kau suka?" ujar Kenzo memeluk istrinya dari belakang.


"emm...aku suka by"


"aku memesan restoran ini khusus kita berdua dear jadi tidak ada penumpang lain"


Kenzo rela membuang uangnya hanya untuk makan berdua dengan istrinya bahkan ia tidak pernah melakukannya dengan Aline.


Kenzo menarik kursi untuk istrinya dan mempersilahkan Olivia duduk membuat gadis itu merona karna sikap berlebihan suaminya.


tak lama beberapa maid datang membawa buku catatan.


"maaf tuan dan nyonya ada yang ingin anda butuhkan" ujar maid tersebut menunduk hormat dan memberikan buku catatannya.


"berikan makanan terbaik untuk istriku" ujar Kenzo dingin kemudian maid tersebut membungkukkan badannya dan menuju dapur menemui chef untuk pesanan yang dipesan.


"by...ini terlalu berlebihan" ujar Olivia tak enak


"emang kenapa dear?"


"dari pada hubby membuang uang mending hubby tabung" ucapan Olivia membuat Kenzo tertawa dan menggelengkan kepalanya.


"sayang,uangku tidak akan habis sekalipun kau membiayai dunia" ujar Kenzo terkekeh dan sombong.


"cih,dasar sombong"


"aku tidak sombong dear,kau tidak akan bisa menghabiskan uangku"

__ADS_1


"baiklah kalau memang tak habis,bisakah kau membangunkan panti asuhan untuk anak anak yatim dan program sekolah gratis untuk anak yang kurang mampu?"


"baik,ada lagi?"


"dan aku menagih janji hubby yang ingin mendaftarkan felica kuliah ditempatku"


"ok aku terima tantanganmu sayang" ujar Kenzo dengan genit.


"ada syarat dari itu semua"


"apa?"


"kau harus belajar mencintaiku" ucapan Kenzo membuat Olivia mematung ditempat,ia merasa kurang yakin apakah ia bisa mencintai suaminya,apakah suaminya mau dengannya yg mempunyai trauma takut akan kegelapan??


"bagaimana dear"


"sebelum itu bolehkah aku bertanya"


"katakan"


"apa perkataanku saat lalu kurang jelas dear?"


"AKU MENCINTAIMU OLIVIA MARRY ANGELINE" ujar Kenzo menggeluruh didalam restoran membuat seluruh maid dan penjaga restoran bertepuk tangan ricuh.


hal itu membuat Olivia merasa malu,pipinya merona merah ia pun menunduk diam.


"apa kurang jelas dear" lirih pria itu menatap istrinya penuh harap.


Olivia tersenyum hangat menatap suaminya dan kemudian gadis itu memeluk suaminya erat.


"aku akan berusaha" ucapnya membuat Kenzo sangat senang.

__ADS_1


pria itu membalas pelukan istrinya dengan erat dan kemudian ia memangku istrinya.


"hubby,turunkan aku"


"memangnya kenapa?"


"aku malu" bisiknya membuat Kenzo merasa gemas.


"mereka tidak akan ada yang berani menatap kita sayang,kau lihatlah maid itu berjalan menunduk" bisiknya ditelinga istrinya.


"apa mereka tidak kesandung ya" ujar Olivia cekikikan melihat maid yang sedang membawa pesanannya tidak menatap kedepan.


"jika menatap kekota aku akan mencongkel matanya" ujar Kenzo dengan santai sementara Olivia langsung membulatkan matanya.


"hubby!" ujar Olivia kesal sembari memukul bahu suaminya dengan pelan.


"ini pesanan nya tuan dan nyonya,silahkan dinikmati" ujar maid itu dengan sopan.


"terimakasih" ujar Olivia dibalas anggukan oleh maid itu.


"habis ini kita ke toko ponsel sayang"


"kenapa? apa hubby ingin membeli ponsel baru?"


"aku lupa mengganti ponselmu" Olivia semakin senang,malam ini suaminya sungguh memanjakannya.


"terimakasih suamiku yang tampan"ujar Olivia memeluk Kenzo dengan erat.


"tidak gratis dear"


"jadi aku harus membayarnya?"

__ADS_1


"tidak,kau harus mencium ku"


"tidak mau,hubby beli saja ponsel itu untuk hubby" ujar Olivia kesal namun Kenzo segera mencium bibir ranum itu.


__ADS_2