
"apakah kau masih dengan kekasih kaya mu itu"
"tentu saja menurutmu"
"ah kau sangat beruntung aline kau dicintai 2 pria kaya sekaligus,yg satu pria yg berkuasa di kota dan yg satu pria raja bisnis mendunia"
"tentu saja karna aku model yg bisa mengalahkan model² yg ada dinegara haha"
Aline dan Clarisa tertawa bersama,mereka istirahat sejenak untuk melanjutkan sesi pemotretan lagi,mereka model asal Italia yg terkenal.
sementara di mension Kenzo Smith.
tampak Kenzo memarahi Olivia lagi.
"kau tau,aku sangat membenci mu kau selalu membuatku membuang makanan aku tidak suka memakan masakanmu kau cukup menyiapkan makanan yg sudah dimasak oleh para chef itu"
"ba-baik tuan akan saya lakukan"
Kenzo duduk dengan wajah yg kesal namun saat Olivia ingin mengambilkan makanannya,lahi² pria itu menolaknya mentah².
"tidak perlu aku sudah tidak mood makan karna kau gadis kolot" Kenzo pun pergi keruang kerjanya setiap ia ingin makan Olivia selalu membuat mood nya datang
sementara Olivia berusaha menahan tangisnya perkataan suaminya menyakitinya kembali ia membereskan piring yg pecah dan makanan yg berserakan,sebab jika ada pelayan yg membantunya maka ia akan dipecat.
"shht" desisnya kala jarinya terkena pecahan piring Olivia lagi² harus menahan sakit.
sementara di ruang kerja Kenzo,pria itu menyuruh beberapa pelayan membawa makan malam kedalam ruangannya ia akan kembali mood jika bertemu Olivia.
__ADS_1
...****************...
...****************...
...****************...
keesokan harinya ketika Kenzo sudah berangkat kekantor.
Olivia pun pergi ke cafe untuk bekerja,Kenzo memang tidak pernah tau dia juga tidak perduli apa yg dilakukan Olivia.
"Olivia mengapa kau terlihat seperti kelelahan sekali,ohh iya mumpung sekarang jam istirahat ceritakan padaku kemarin aku lupa menagih janjimu"
"baiklah kita duduk disini" Olivia dan felica pun duduk di salah satu kursi di cafe namun Kusus para karyawan yang bekerja. sebelum menceritakan Olivia menghembuskan nafasnya dengan berat.
"jadi begini aku sebenarnya tidak masuk kerja karna menikah"
"shtt kecilkan suaramu felica"
"gua ga salah denger kan liv"
"ga kamu ga salah dengar,aku menikah dengan tuan Kenzo Smith"
"hah" lagi lagi felica terperangah dengan ucapan sahabatnya itu,bagaimana bisa Olivia menikah dengan orang yg berpengaruh di negara mereka.
"aku menikah dengannya karna utang ayahku aku menjadi pengganti utang ayahku selama 1 tahun dan ketika itu aku tidak dibutuhkan lagi aku akan ditendang dari mension besar miliknya"
"tunggu² kau bahagia atau justru sebaliknya olivia"
__ADS_1
"ak-aku..aku selalu mendapat penyiksaan" olivia tersenyum tegar setidaknya ada yg mendengar ceritanya.
"aku janji akan menjaga rahasiamu oliva dan kau tidak pa tas diperlakukan seperti itu sudah cukup kau di perlakukan tidak adil oleh ayahmu dan kakakmu mengapa sekarang dengan tuan Kenzo dia itu manusia tidak punya hati"
Olivia menangis didalam pelukan sahabatnya menumpahkan segalanya Felicia memiliki rumah sepeninggalan orang tuanya.
orang tuanya meninggal sejak Feli lulus SMA.
"jika kau sangat sedih dan butuh teman datanglah kerumahmu olivia kau bisa menenangkan dirimu disana"
"mmm aku tau kau sahabat terbaikku"
*
*
*
*
Olivia sampai dimension Kenzo.
ia masuk kedalam kamar kecilnya untuk mengganti pakaiannya dengan pakaian pelayan.
ia memang tidak ada harganya dihadapan suaminya,bagi Kenzo Olivia hanyalah seonggok sampah.
dikantor Kenzo pria itu sedang menelfon dengan seseorang ia menghadap jendela besar yg menatap jalanan kota dari atas.
__ADS_1