
#Bab 78#
"dear..kau membuat ku khawatir apa kau tidak takut sendirian ditaman belakang hmm"
"buat apa takut hubby kan ada rumah para pelayan juga" ujar Olivia masih dalam pelukan suaminya.
"tapi tetap saja berbahaya karna itu kau harus dihukum" ujar Kenzo menyeringai membuat Olivia takut.
"hubby!!!" teriak Olivia membuat Kenzo terkejut.
"ada apa dear mengapa kau berteriak"
"kau membuatku takut" ujar Olivia kesal membuat Kenzo tertawa kemudian pria itu menggendong istrinya apa bridal style menuju kamar.
"aku akan menyuruh para pengawal itu mencari kalung itu kau tidak perlu khawatir" ujar Kenzo membuat Olivia sedikit lega.
...****************...
...****************...
"hubby aku lapar" ujar Olivia saat masuk kedalam mension.
"ouh ****....gagal lagi" ujar Kenzo frustasi pria itu menurunkan istrinya dan kemudian ia menggandeng istrinya menuju meja makan.
"makanlah dear aku ingin kau berisi" ujar Kenzo dengan genit.
"mengapa hubby menjadi lebay seperti itu" ujar Olivia cekikikan.
kenzo duduk disamping istrinya dan melebarkan mulutnya membuat Olivia kebingungan.
"apa?"
"suapi aku"
"ckck..dasar bayi besar"
"kau berani melawanku dear"
__ADS_1
Olivia pun hanya bisa pasrah,kemudian gadis itu menyuapi suaminya dengan talaten dan Kenzo sangat senang akan hal itu
"besok jika ada yang menyakitimu katakan saja padaku dear.." ujar Kenzo menatap istrinya dengan lembut.
*
*
*
keesokan harinya.
Olivia diantar Kenzo hingga sampe ke kampusnya.
sebelum berangkat Kenzo mencium kening istrinya,tanpa mereka sadari sepasang mata menatap mereka dengan amarah.
"aku akan merebut kak Kenzo darimu olivia" geramnya kemudian menuju kelas.
kebetulan kelas masih dalam keadaan sepi,Luna menunggu didalam kelas sengaja ia menunggu ia ingin memberi pelajaran pada Olivia.
Olivia masuk dengan senyuman diwajahnya,tiba tiba saja Luna menarik rambutnya dari belakang.
"tidak akan,kembalikan kak Kenzo kepadaku"bantah Luna tak terima.
Olivia yang tak tahan dengan tarikan dirambutnya,melepaskan tangan luna dari rambutnya,gadis itu memutar badan mengahadap Luna dan balik menjambak rambut Luna.
"lepaskan sialan!!" marah Luna merasa sakit dikepalanya.
kini mereka saling tarik menarik rambut,tanpa sengaja Luna menendang perut Luna membuat luna berteriak sakit.
"akhh....perutku sakit aku akan mengadukan mu pada kak kenzo" bentak Luna marah.
gadis itu pergi meninggalkan kampus menuju mobilnya dan pergi ke kantor Kenzo.
Olivia cemas,gadis itu merutuki kesalahannya,ia takut Kenzo akan marah padanya.
"Olivia mengapa kau menendang perutnya" Olivia takut,kemudian gadis itu duduk di kursinya dengan perasaan cemas.
__ADS_1
*
*
*
tak lama kini mahasiswa sudah berada didalam kelas.
tak lupa sky yang kini berdiri di samping meja Olivia.
"mengapa kau terlihat seperti ketakutan?" ujar sky menatap Olivia dengan bingung.
"ak-aku tidak papa sky,hanya sedikit pusing"
"apa kau mau ku antar ke ruang UKS?"
"tidak hanya sedikit saja" ujar Olivia tak enak telah membohongi sky,pria yang dianggap sahabatnya.
*
*
*
dikantor d.r.t kenz
"kak kenz, mengapa kau tidak memarahi istrimu perutku sakit karna ditendang oleh Olivia hiks.hiks.."ujar Luna memainkan drama.
"sudahlah Luna..aku masih menganggap mu sebagai adikku aku tidak ingin mengasarimu" ujar Kenzo dengan dingin
"tapi perutku sakit kak" ujar Luna kesal.
"periksa ke rumah sakit bukankah uangmu banyak" Luna yang mendengarnya semakin kesal gadis itu pergi meninggalkan kantor Kenzo dengan kesal.
Kenzo menghela nafasnya dengan berat,pria itu menelpon asisten Han yg sedari tadi belum sampai.
"ya tuan"
__ADS_1
"mengapa kau sangat lama"
"ada kemacetan tuan,sebentar lagi sampai"