
#Bab 43#
Kenzo merasa bersalah ia menyesal karna mengurung Olivia digudang.
"maaf" hanya kata kata itu yg bisa pria itu lontarkan,Kenzo pun menyuruh beberoaanpelayan untuk membawakan baskom berisi air untuk mengompres Olivia.
sementara dikamar Kenzo yg ke 2.
Aline terbangun dari tidurnya,ia berpikir jika Kenzo sudah berangkat kekantor. ia pun menuju kamar mandi untuk membersihkan diri dengan beberapa alat kecantikan untuk perawatan wajahnya.
Kenzo sengaja untuk tidak memberitahukan jika ia tidak berangkat ke kantor,takut Aline akan salah paham dengannya.
"kak Ken....." lirih Olivia masih setia memejamkan mata.
"ckck aku yg merawatnya dengan berani ia menyebut nama pria lain" ucap Kenzo marah.
Kenzo bingung dengan dirinya sendiri,ia sangat membenci gadis itu namun jika gadis itu didekati pria lain Kenzo akan merasa cemburu dan emosi yg tidak bisa dikendalikan.
perlahan kedua mata Olivia terbuka,gadis itu sulit menggerakkan tubuhnya ia bergetar hebat,seolah olah kedua kakinya lumpuh.
"ugh..aku dimana" lirihnya menatap sekeliling kamar.
Kenzo membawa air dari dalam kamar mandi karna mengganti air yg untuk mengompres Olivia tadi.
__ADS_1
"jangan bergerak" ucapnya kala melihat gadis itu turun dari ranjang tinggi itu.
"tu..tuan kenz" kejutnya membulatkan matanya dan memperlihatkan pupy eyes miliknya yg membuat semua orang gemas melihatnya.
"cihhh tidak usah sok polos dihadapanku mana kekasihmu yg tidak bertanggung jawab itu" ujar Kenzo tidak tahu hal sebenarnya.
"aku tidak pernah memiliki kekasih tuan apa lagi yg namanya apa itu,mantan? ya mantan aku tidak memiliki mantan".
batin gadis itu membuat Kenzo kesal sebab merasa di acuhkan.
"minumlah obat ini aku tidak ingin kerepotan lagi" ujar Kenzo dengan wajah andalannya dingin dan datar.
"tuan...ak..aku..."
tak lama beberapa pelayan membawakannya semangkuk bubur dan air putih,membuat Olivia menatap bingung.
"itu untuk siapa tuan??"
"untukmu lah tidak mungkin aku yg memakannya aku tidak suka bubur" ujar Kenzo dengan cuek.
"ini nona silahkan dimakan" Olivia mengambil nampan yg dibawa oleh beberapa belayan tadi.
"kau diam disini dan jangan keluar,jika kau berani keluar aku akan mematahkan kakimu,paham!!!"
__ADS_1
"paham tuan" ujar Olivia takut.
Kenzo pun keluar dari kamar utama,saat ia keluar dari lift kusus tak sengaj Kenzo berpapasan dengan Aline. Aline yg melihat Kenzo pun terkejut,ia berpikir pria itu sudah berangkat kekantor.
"honey...mengapa kau belum berangkat??" ujar Aline dengan tatapan menyelidik.
"aku diruang kerjaku untuk mengambil berkas yg tertinggal" alasan nya agar tidak ketahuan Aline jika ia habis merawat Olivia. jika ia mengatakan hal itu Aline akan salah paham terhadapnya.
"owhh..tapi mana berkasnya?"
"di asisten han" ucap Kenzo datar.
"baiklah "
"emm kalau begitu aku pergi" ujar Kenzo meninggalkan Aline.
"hari hati honey" ujar Aline dari kejauhan dan dibalas anggukan dari pria itu.
sementara di kamar utama Kenzo,2 orang pengawal sedang berjaga didepan pintu sementara Olivia ditemani bi Surti didalam kamar tampak gadis itu memakan buburnya dengan lahap.
"pelan² Nona" ucap bi Surti khawatir takut Olivia tersedak saat makan.
"ini sangat enak bi...apa bibi yang membuatnya??" ujar Olivia dan dibas anggukan oleh wanita tua itu
__ADS_1