
#Bab 48#
Olivia melihat Kenzo menuju restoran yg terdapat didalam butiq,Kenzo dan Aline duduk disalah satu meja.
sementara Kenzo sesekali menatap Olivia yg tampaknya biasa saja ada perasaan tidak terima saat melihat gadis itu tidak merasa cemburu.
"sayang apakah kau tidak kasihan dengan istrimu apankau tidak bisa membelikannya makanan?" ujar Aline sok baik didepan calon suaminya.
"dia bekerja setiap hari tidak mungkin ia tidak memiliki uang" jawab Kenzo cuek bebek sebab ia sangat kesal dengan istri sahnya itu.
Olivia duduk agak jauh dari mereka ia sengaja duduk jauh dari suaminya karna tidak ingin melihat suaminya yg sedang bermesraan dengan wanita lain,jika istri orang lain mungkin sudah terjadi kekacauan didalam butiq.
namun berbeda dengan Olivia,ia sadar jika dia hanya pelumas utang ayahnya bahkan sudah hampir satu tahun ia tidak bisa melunakkan suaminya.
Olivia duduk terdiam menatap suaminya dengan Aline saling memadu kasih,gadis itu merasa iri dengan dengan Aline.
tidak ada yang mencintai dirinya,ia selalu saja mendapatkan penderitaan setiap saat.
saat sedang melamun tiba² seseorang menutup kedua matanya.
"tebak aku siapa" ujar nya sementara Olivia yang sudah mengenal suaranya menjawab dengan spontan.
"aku tau pasti kak David kan" ujar Olivia tersenyum manis.
__ADS_1
"gadis pintar" ujar David meeloaskan tangannya dan mengacak ngacak rambut Olivia.
"kak david!! nanti rusak" ujar Olivia kesal sembari memperbaiki rambutnya yg berantakan karna ulah David
"maaf² kau sedanga di sini?"
"menurut kakak?"
"apa?" ujar David tak mengerti.
"huft..aku sedang menunggu tuan kenzo" ujarnya menunjuk Kenzo dan Aline yg sedang bermesraan.
"kurangajar sekali mereka masa didepan istrinya amalh mesra mesraan dengan wanita kain" umpat David menatap marah kearah mereka.
"pesanlah apa yg ingin kau pesan". ujar David memanggil pelayan yg membawa buku catatan.
"ada yg ingin saya bantu tuan"
"berikan gadis ini apa yg dia mau" ujar David menatap Olivia dengan lembut membuat Olivia deg degkan.
"ak..aku..aku ingin jus saja" ujar Olivia gugup
"tidak kau harus makan juga,bawakan aku 2 stek daging salmon dan 2 jus alpukat" ujar David kepada pelayan.
__ADS_1
(kau akan melihat bagaimana rasanya jika istrimu juga bermesraan denganku kenz,kau keterlaluan)
batin David menatap datar sahabat yg sudah dianggap saudaranya itu
David dan Kenzo adalah sahabat dari kecil karna orang tua David dan Kenzo juga bersahabatan dari kecil sehingga mereka seperti keluarga sama halnya dengan asisten Han.
David memiliki adik perempuan yg juga menyukai Kenzo.
tak lama makanan mereka pun datang,David pun memberikan makanan itu kepada Olivia.
"makanlah aku tau kau lapar" ujar David penuh perhatian.
"terimakasih kak aku rasa kau tidak perlu membelikan ku makanan" ujar Olivia merasa tak enak.
"siapa bilang?? aku ingin kau gendut" seloroh David membuat Olivia mengerucutkan bibirnya.
"yaampun kau sangat menggemaskan mari menikah denganku" ujar David mengedipkan sebelah matanya.
"kan aku udah menikah kak" uajr Olivia sembari terkekeh.
"setelah kau bercerai dengan suamimu" jawab David asal.
Olivia sedikit tersedak namun ia berusaha tenang menutupi kegugupannya tanpa mereka sadari Kenzo menatap mereka dengan amarah
__ADS_1
"Olivia coba kau rasakan yang ini ujar David menyuapkan steak daging miliknya sementara Olivia yg polos itu membuka mulutnya sehingga mereka seperti sepasang kekasih.