
#Bab 93#
ke esokan harinya.
kini Olivia Kemabli masuk kuliah seperti biasanya,dan sama halnya dengan Kenzo pria itu sedang menuju kantor setelah mengantar istrinya.
Olivia kini sedang membaca buku ditemani felica yg duduk disebelahnya.
"Olivia...dimana sky?" tanya felica penasaran.
"apa kau merindukan sky?" ujar Olivia sembari tertawa,dan tak lama tawa mereka terhenti sebab pria yang baru saja dibicarakan berdiri didepan mereka.
"pagi cantik"
"aku,mengapa kau datang terlambat?"
"tadi ban mobilku meledak,jadi aku harus membawanya kebengkel"
"ohh, kau tau tidak felica sudah merindukanmu" ujar Olivia mengedipkan matanya kearah felica.
"ehh,tidak itu ti-tidak benar" ujar felica salah tingkah membuat sky dan Olivia menertawakannya.
"ckck...kalian menjengkelkan" uajrnya menatap sky dan Olivia dengan kesal.
"sudah² kami cuma bercanda,ohh iya apa kalian tidak lapar?"
"tidak,aku sudah sarapan dirumah" ujar sky dan dibalas anggukan oleh felica.
"apa kau tadi diantar suamimu?" tanya sky membuat Olivia menatapnya.
"kau benar,bagaimana kau tau?"
"tentu saja aku tau,suamimu bekerja sama dengan ayahku dan aku sangat tau Lamborgini hitam itu pasti milik suamimu" ujar sky dengan santai dan kemudian memainkan ponselnya.
di apartemen David.
kini tampak wanita muda dengan rambut pirang nya menuruni tangga untuk sarapan,dan tak lupa dengan seorang pria tampan duduk menikmati sarapannya.
"pagi kak"
__ADS_1
"hmm"
"kak,apa aku nanti boleh pergi dengan teman temanku"
"kemana?"
"belanja"
"baiklah hati hati"
"apakah kau sudah berhasil merebut hati kenzo" tanya David menatap Luna dengan intens membuat wanita itu tersedak.
"ak-aku.."
"waktumu tinggal seminggu apa kau tidak mau mendapatkannya" ujar David menatap tajam adiknya.
"jika kau tidak berhasil mendapatkannya maka kau harus pergi dari Kenzo jangan mengganggu pria itu dengan istrinya lagi,biarkan mereka hidup bahagia.
"baik" Luna menghela nafasnya dengan berat,kemudian wanita itu melanjutkan makannya.
kini mereka pun mulai belajar,dan juga dosen mereka telah memasuki kelas.
Luna menatap sendu Olivia membuat Olivia kebingungan
"kau melihat apa vi" tanya sky melihat gadis itu menoleh kebelakang.
"tidak,aku hanya ingin melihatnya jam" ujarnya berbohong.
"bukankah di pergelangan tanganmu ada jam?" tanya sky membuat Olivia terdiam bingung harus menjawab apa.
"emm,ak-aku"
"sudah lah lupakan" sky dan Olivia pun kembali memperhatikan dosen yang sedang menjelaskan itu
...----------------...
...----------------...
...----------------...
__ADS_1
kantor drt.kenz
pria itu sedang menandatangani surat perjanjian yang di ajukan beberapa perusahaan.
kebetulan ini jam makan siang jadi Kenzo menelfon asisten Han untuk menyuruh Olivia membawakannya makanan
"iya tuan"
"bawa istriku kesini untuk membawakan makan siangku"
"bukankah nyonya muda dikampus tuan"
"bukankah ini jam istirahatnya?"
"apakah nyonya Olivia boleh keluar"
"ckckc ..Han kau banyak bicara bawa istriku kesini sekarang tendang siapa saja yang mengahalangi jalan istriku tok itu kampus milikku" ujar Kenzo marah membuat asisten Han mau tidak mau harus mengalah.
"baik tuan"
Kenzo pun mematikan ponselnya,sementara kini asisten Han menuju kampus Olivia.
sesampainya disana pria itu langsung masuk kedalam dan disambut hangat oleh sang penjaga kampus.
"nyonya" panggilnya saat melihat Olivia duduk ditaman dengan felica.
sesaat felica menatap asisten Han dengan kagum,pria yang ia gemari muncul dihadapannya secara langsung.
"asisten Han,mengapa kau kesini?" tanya Olivia penasaran
"maaf nyonya,tuan Kenzo meminta anda untuk membawa makan siangnya"
"asisten Han,hari ini mata pelajaranku masih banyak,dan dosen pun ada" ujar Olivia lesu.
"pengawal sudah meminta izin pada dosen anda nyonya"
"ckckc....bisa tidak pria monster itu beli di warung saja makanannya" ujar Olivia kesal.
"tuan Kenzo tidak pernah kewarung nyonya" ujar asisten Han semakin membuat Olivia kesal
__ADS_1